Akurat
Pemprov Sumsel

Perundingan Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan, Israel Putuskan Terus Serang Rafah Timur

Sulthony Hasanuddin | 10 Mei 2024, 19:21 WIB
Perundingan Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan, Israel Putuskan Terus Serang Rafah Timur

AKURAT.CO Pasukan Israel membobardir kawasan Rafah pada Kamis kemarin ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menampik ancaman Presiden AS untuk menahan senjata ke wilayah tersebut.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa putaran terakhir perundingan tidak langsung di Kairo untuk mengentikan permusuhan di Gaza telah berakhir, pihaknya akan melanjutkan operasinya di Rafah dan bagian lain jalur Gaza sesuai rencana.

Pejabat itu menambahkan bahwa Israel telah mengajukan keberatan kepada mediator mengenai proposal Hamas untuk kesepakatan pembebasan sandera.

Baca Juga: Piala Dunia Antar Klub 32 Peserta Bahayakan Pemain, FIFA Terancam Digugat secara Hukum

"Jika harus, kami akan berjuang dengan sekuat tenaga. Tapi kami punya lebih dari sekadar kuku jari," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video, dikutip Jumat (10/5/2024).

Di Gaza, kelompok militan Hamas dan Jihad Islam mengatakan pejuang mereka menembakkan roket anti-tank dan mortit ke tank-tank Israel yang berkumpul di pinggiran timur kota tersebut.

Warga dan petugas medis di Rafah mengatakan serangan Israel di dekat sebuah masjid menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lainnya di lingkungan mereka.

Baca Juga: Jadi Penyakit Akut, Pemerintah Perlu Lakukan Ini untuk Berantas Kekerasan di Sekolah Kedinasan

Rekaman video dari lokasi kejadian menujukkan menara tergeletak di reruntuhan dengan dua jenazah yang terbungkus selimut.

Serangan udaa Israel terhadap dua rumah di lingkungan Sabra di Rafah menewaskan sedikitnya 12 orang termasuk anak-anak dan wanita.

Di antara korban tewas adalah seorang komandan seniro brigade militan Al-Mujahidin dan keluarganya serta keluarga pemimpin kelompok lainnya.

Di sisi lain, Israel mengatakan Hamas bersembunyi di Rafah, di mana populasinya telah membengkak karena ratusan ribu warga Gaza mencari perlindungan dari pemboman yang telah menghancurkan sebagian besar rumah mereka.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Wanita Dibantai Korea Selatan, Coach Mochi: Mereka Sudah Berjuang!

Amerika Serikat lantas mengulangi harapannya agar Israel tidak akan melancarkan operasi penuh di Rafah, dengan mengatakan bahwa mereka tidak yakin hal itu akan memajukan tujuan Israel untuk mengalahkan Hamas.

"Menyerang Rafah, dalam pandangan (Presiden Joe Biden), tidak akan mencapai tujuan tersebut," kata juru bicara kepresidenan, John Kirby.

Kirby mengatakan Hamas telah mendapat tekanan signifikan dari Israel dan terdapat pilihan yang lebih baik untuk memburu sisa-sisa kepemimpinan kelompok tersebut dibandingkan melakukan operasi yang berisiko besar terhadap warga sipil.

Baca Juga: Tips Mudah Bersihkan Keyboard dan Layar Laptop dengan Benar

Sebelumnya Presiden Joe Biden juga telah memperingatkan Israel terkait invasi mereka di Rafah, dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memasok senjata ke negara trsbut.

"Saya sudah menjelaskan bahwa jika mereka masuk ke Rafah, saya tidak akan memasok senjata," ujarnya.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak yang Beruntung 10 Mei 2024, Kabar Bahagia untuk Virgo Dapat Banyak Uang!

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Israel untuk AS mengatakan keputusan mereka untuk menahan senjata dari Israel di Rafah mengirimkan 'pesan yang salah' kepada Hamas dan musuh-musuh negara tersebut.

"Ini menyudutkan kami karena kami berurusn dengan Rafah dengan satu atau lain cara," kata Duta Besar Michael Herzog.

Serangan Israel di Gaza telah menewaskan hampir 35 ribu warga Palestina dan melukai hampil 80 ribu orang yang sebagian dari mereka adalah warga sipil.

Baca Juga: Pemerintah Baru Harus Lebih Tegas Tangani Kelompok Anti-Pancasila

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.