AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk serangan tentara Israel terhadap kamp pengungsi di Kota Rafah, Jalur Gaza.
"Saya mengutuk tindakan Israel yang menewaskan puluhan warga sipil tak berdosa yang hanya mencari perlindungan dari konflik mematikan ini," pernyataan Sekjen PBB, Antonio Guterres, di akun media sosial X pada Senin (27/5/2024).
Dikutip dari Sputnik, Rabu (29/4/2024), Guterres menambahkan bahwa sudah tidak ada tempat yang aman di Gaza. Ia pun meminta kengerian di Tanah Palestina segera diakhiri.
Israel menyerang kamp pengungsi yang berada di zona aman di timur laut Rafah pada Minggu (26/5/2024) malam.
Baca Juga: All Eyes on Rafah Jadi Trending Topic di X, Ini Arti dan Maknanya
Serangan udara itu mengakibatkan kebakaran yang menewaskan 45 orang.
Militer Israel mengaku sedang menyelidiki laporan bahwa serangan yang dilakukan terhadap komandan kelompok militan Islam di Rafah itu telah menyebabkan kebakaran.
Menurut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serangan yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan korban jiwa warga sipil.
"Di Rafah kami telah mengevakuasi sekitar satu juta warga nonkombatan. Dan meskipun kami berupaya semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti warga nonkombatan, sayangnya ada sesuatu yang tidak beres secara tragis," jelas Netanyahu dalam pidatonya di parlemen.
Ia menyebut serangan udara di kamp pengungsi itu sebagai insiden tragis dan menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Baca Juga: Daftar Negara Barat yang Kecam Keras Pembantaian Israel ke Rafah, Siapa Saja?
Korban selamat menceritakan, para pengungsi sedang bersiap untuk tidur ketika serangan menghantam lingkungan Tel Al-Sultan.
Di mana ribuan orang berlindung setelah Israel memulai serangan darat di wilayah timur Rafah lebih dari dua pekan sebelumnya.
Adapun, pada Jumat (24/5/2024), Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militernya di Rafah.
Ketua Hakim Mahkamah Internasional, Nawaf Salam, mengatakan, Israel harus memastikan akses tanpa hambatan ke wilayah tersebut.
Untuk memudahkan misi yang menyelidiki tuduhan genosida serta pendistribusian bantuan kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







