Kemenlu Siap Terlibat dalam Upaya Evakuasi 1.000 Korban Orang Palestina ke RS Indonesia
Atikah Umiyani | 6 Juni 2024, 06:00 WIB
AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) merespons kesiapan Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto untuk mengevakuasi dan merawat 1.000 warga Palestina yang terluka ke Rumah Sakit (RS) Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menegaskan, terkait hal itu pemerintah Indonesia masih terus melakukan koordinasi. Ia pun menegaskan, pihaknya akan terlibat dalam upaya memberikan bantuan tersebut.
"Kita juga sedang dikoordinasikan. Ya pasti kita akan terlibat, semua kementerian luar negeri kan by law kita adalah koordinator dari hubungan luar negeri," kata Retno usai rapat kerja dengan Komisi I DPR soal Palestina, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Retno mengatakan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan beberapa lembaga kementerian lainnya.
"Jadi semua bantuan biasanya Kalau terkait dengan bantuan nanti di bawah Menko PMK, tapi Kementerian luar negeri dan kementerian terkait lainnya pasti akan terlibat. Jadi sekarang Kita sedang koordinasikan semuanya," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia terus berupaya untuk mengirimkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk personel medis untuk para warga sipil yang menjadi korban perang di Gaza, Palestina.
"Kami siap kirimkan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza. Tentu saja dengan persetujuan semua pihak," kata Prabowo saat menghadiri IISS Shangri-La Dialogue ke-21 di Singapura, Sabtu (1/6/2024).
Ia melanjutkan, Indonesia juga bersedia untuk segera melakukan evakuasi para korban ke rumah sakit Indonesia, hingga lebih dari 1.000 orang.
"Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan saya untuk mengumumkan bahwa kami siap mengevakuasi, menerima, dan merawat hingga 1.000 pasien dengan perawatan medis dalam waktu dekat," ujar Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









