BPOM Singapura Izinkan Warganya Konsumsi 16 Spesies Serangga: Daftar yang Disetujui, Inovasi hingga Manfaatnya untuk Kesehatan

AKURAT.CO Singapura telah mengambil langkah maju dalam meverifikasi sumber makanan usai menyetujui 16 spesies serangga aman untuk dikonsumsi manusia.
Keputusan ini diambil oleh Badan Pangan Singapura (SFA) sejalan dengan upaya global untuk mempromosikan serangga sebagai sumber protein yang ramah lingkungan.
Dikutip dari berbagai sumber Rabu (10/7/2024), berikut adalah semua yang perlu Anda ketahui tentang keputusan Singapura tersebut.
Daftar Spesies Serangga yang Disetujui
SFA telah menilai dan menyetujui 16 spesies serangga yang dianggap layak untuk dikonsumsi manusia. Spesies ini mencakup berbagai tahap pertumbuhan serangga, termasuk:
1. Tahap Dewasa
- Empat spesies jangkrik
- Dua spesies belalang
- Satu spesies belalang sembah
- Satu spesies lebah madu
Baca Juga: Jokowi Sentil Pemda yang Masih Beli Barang Impor: Kumpulkan Anggaran Sulit, yang Untung Negara Lain
2. Tahap Larva
- Tiga jenis ulat hongkong
- Satu larva putih
- Satu larva kumbang badak raksasa
- Dua spesies ngengat
- Ulat sutra dan ngengat ulat sutra (tahap berbeda dari spesies yang sama)
Alasan di Balik Keputusan Singapura
Keputusan untuk mengizinkan konsumsi serangga ini didorong oleh beberapa faktor penting seperti dukungan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk terus mempromosikan konsumsi serangga sebagai cara yang ramah lingkungan guna mendapatkan protein.
Baca Juga: Ini Sebab Upah Riil di Jepang Tetap Rendah Meski Gaji Pokok Pekerja Naik
Inovasi Kuliner di Singapura
Langkah ini telah membuka peluang bagi inovasi kuliner di Singapura. House of Seafood, sebuah rantai restoran lokal, dilaporkan bersiap untuk menyajikan 30 hidangan berbahan dasar serangga.
Beberapa hidangan yang menarik perhatian itu termasuk sushi dengan hiasan ulat sutra dan jangkrik, kepiting telur asin dengan cacing super hingga Minty Meatball Mayhem atau dengan bakso yang diberi hiasan cacing
Produk Serangga yang Dapat Diimpor Singapura
Pihak berwenang Singapura juga mengizinkan impor berbagai produk serangga, termasuk:
- Minyak serangga
- Pasta mentah dengan serangga sebagai bahan tambahan
- Coklat dan kembang gula lainnya yang mengandung hingga 20 persen serangga
- Larva lebah yang diasinkan, diasapi, dan dikeringkan
- Larva kumbang yang diasinkan
- Pupa ulat sutra
Baca Juga: Persiapan Upacara Peringatan HUT RI, Pembangunan IKN Dihentikan Sementara Mulai 10 Agustus 2024
Manfaat Ekologis dan Kesehatan
Mengonsumsi serangga menawarkan berbagai manfaat ekologis dan kesehatan:
- Sumber Protein Alternatif: Serangga adalah sumber protein yang kaya dan dapat menjadi alternatif bagi sumber protein konvensional.
- Produksi Berkelanjutan: Budidaya serangga memerlukan lebih sedikit sumber daya dibandingkan dengan ternak tradisional, sehingga lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Peningkatan Kualitas, KPK Dorong Percepatan Hibah Aset Pelabuhan Waisai di Raja Ampat
Pandangan Ahli
Skye Blackburn, seorang entomolog dan ilmuwan pangan Australia, mengapresiasi langkah Singapura ini.
Menurutnya, daftar spesies yang disetujui menunjukkan keterbukaan Singapura terhadap serangga yang dapat dimakan.
Ini juga mencakup spesies yang belum dibudidayakan secara komersial untuk konsumsi, seperti lebah madu Eropa dan larva kumbang badak raksasa.
Kesimpulan
Langkah Singapura untuk menyetujui 16 spesies serangga sebagai makanan manusia adalah sebuah terobosan dalam diversifikasi sumber protein dan keberlanjutan pangan.
Dengan dukungan dari FAO dan inovasi kuliner lokal, konsumsi serangga diharapkan dapat menjadi bagian penting dari pola makan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk Anda yang penasaran, ini adalah saat yang tepat untuk mencoba menu-menu baru yang inovatif ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







