AS Berikan Bantuan Militer Baru untuk Ukraina Senilai Rp3,6 Triliun Setelah Pertemuan Biden-Zelensky

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) pada Kamis kemarin mengumumkan paket bantuan keamanan baru untuk Ukraina senilai USD225 juta atau setara Rp3,6 triliun.
Paket bantuan AS untuk Ukraina mencakup baterai rudal Patriot, amunisi tambahan untuk sistem roket artileri mobilitas tinggi, dan misil lainnya.
Sebelumnya AS, pendukung terbesar Ukraina, telah memberikan lebih dari USD50 miliar dalam bantuan militer sejak invasi Rusia dimulai pada 2022.
Baca Juga: Trending! Reaksi Senyum Canggung Zelensky usai Joe Biden Salah Menyebutnya sebagai 'Presiden Putin'
Namun, bantuan militer AS sempat tertunda di Kongres selama beberapa bulan musim dingin lalu. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan kekurangan senjata memberikan keunggulan kepada Rusia.
Setelah garis pertempuran sebagian besar tetap beku sejak awal konflik, Moskow berhasil membuat beberapa kemajuan di Ukraina timur dalam beberapa bulan terakhir.
Zelenskiy telah mendesak pemerintah Barat meningkatkan dan mempercepat bantuan militer untuk pasukan Kyiv.
Legislatif AS lalu menyetujui pendanaan sebesar USD61 miliar untuk Ukraina pada bulan April.
Pernyataan Kunci
"Kami akan tetap bersama Anda, titik," kata Presiden AS Joe Biden kepada Zelenskiy menjelang pertemuan bilateral di KTT NATO di Washington, dikutip Jumat (12/7/2024).
Zelenskiy mengatakan kedua pemimpin akan membahas bagaimana mencapai akhir yang adil untuk perang dengan Rusia, dan menyerukan diadakannya konferensi perdamaian kedua tahun ini.
Konferensi perdamaian pertama yang tidak mengundang Rusia, diadakan di Swiss bulan lalu.
"Seperti yang telah ditegaskan oleh Presiden Biden, Amerika Serikat dan koalisi internasional yang telah kami bangun akan terus berdiri bersama Ukraina," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam pernyataan yang mengumumkan paket tersebut setelah pidato Biden kepada pemimpin Ukraina.
Konteks
Ukraina telah berulang kali meminta bantuan lebih banyak dari mitra-mitranya untuk pertahanan udara, mengingat serangan dari Rusia yang menyasar kota-kota dan infrastruktur energi.
Zelenskiy mengatakan pekan lalu bahwa ia ingin menggandakan kapasitas pertahanan udara Ukraina selama musim panas ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







