Akurat
Pemprov Sumsel

Balas Dendam Israel, Komandan Senior Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara di Beirut

Sulthony Hasanuddin | 31 Juli 2024, 10:40 WIB
Balas Dendam Israel, Komandan Senior Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara di Beirut

AKURAT.CO Israel menyatakan telah membunuh komandan senior Hizbullah dalam sebuah serangan udara di Beirut pada Selasa (30/7/2024).

Tindakan Israel sebagai balasan atas serangan roket lintas batas yang menewaskan 12 remaja tiga hari sebelumnya, yang dituduhkan pada kelompok bersenjata Lebanon tersebut.

Seorang saksi mata melaporkan ledakan keras dan asap tebal terlihat membumbung di atas pinggiran selatan Beirut, kawasan yang dikenal sebagai markas Hezbollah yang didukung Iran, sekitar pukul 19.40 waktu setempat.

Baca Juga: Siapa Densus 88 Anti Teror? Apa Tugasnya di Indonesia? Ini Sejarah dalam Menangkap Teroris Jamaah Islamiyah

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan serangan tersebut menewaskan Fuad Shukr, yang bertanggung jawab atas kematian banyak warga Israel.

"Malam ini, kami menunjukkan bahwa darah rakyat kami memiliki harga, dan tidak ada tempat yang tak terjangkau oleh pasukan kami untuk tujuan ini," katanya dikutip dari Reuters, pada Rabu (31/7/2024).

Tidak ada tanggapan langsung dari pihak Hezbollah.

Kelompok tersebut membantah keterlibatan dalam serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel pada Sabtu yang menewaskan 12 remaja di sebuah lapangan sepak bola di desa Druze, Majdal Shams.

Sumber keamanan senior dari negara lain di kawasan tersebut mengonfirmasi bahwa Shukr tewas akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengatakan Shukr adalah pembantu terpenting Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, penasihatnya untuk operasi perang, dan bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu.

Serangan Israel di pinggiran selatan Beirut juga menewaskan tiga warga sipil termasuk dua anak-anak, menurut sumber medis dan keamanan.

TV Al Manar Lebanon mengutip Kementerian Kesehatan Lebanon yang melaporkan 74 orang terluka dan tiga tewas dalam serangan di sekitar Dewan Shura Hizbullah, sebuah badan pengambilan keputusan, di lingkungan Haret Hreik.

Baca Juga: KPK Cegah 21 Orang Bepergian ke Luar Negeri dalam Kasus Suap Dana Hibah APBD Jatim

Rekaman menunjukkan sebuah bangunan bertingkat di pinggiran selatan yang bagian atasnya tampak rusak parah.

Puing-puing hangus berserakan di jalanan di bawah, di mana kerumunan berkumpul untuk mendukung pemimpin Hizbullah.

Hizbullah membantah keterlibatan dalam serangan di Golan, namun mengatakan kelompok tersebut menembakkan roket ke target militer di Dataran Tinggi Golan.

Baca Juga: Mbak Ita Tak Hadir Pemeriksaan Usai KPK Kantongi Rp1 Miliar Terkait Korupsi Pemkot Semarang

Pembunuhan remaja tersebut memicu gerakan diplomatik tingkat tinggi dari Barat untuk mencegah eskalasi besar yang dapat memicu ketegangan di Timur Tengah yang lebih luas.

Koordinator Khusus PBB, Jeanine Hennis-Plasschaert, menyerukan agar ketenangan dipertahankan di tengah ketegangan yang meningkat dan meminta Israel dan Lebanon untuk mengeksplorasi semua jalur diplomatik untuk mengakhiri permusuhan.

"Tidak ada yang namanya solusi militer," katanya dalam sebuah pernyataan.

Serangan Selasa di Beirut memicu kecaman luas dari pejabat Lebanon dan sekutu regional Hizbullah, termasuk Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, Suriah, dan Iran, yang mendukung ketiga kelompok tersebut.

Gedung Putih, yang sebelumnya juga menyalahkan Hezbollah atas serangan hari Sabtu, menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan Israel terhadap semua ancaman yang didukung Iran termasuk Hizbullah dan mengatakan sedang bekerja pada solusi diplomatik.

Militer Israel mengatakan tidak mengeluarkan instruksi baru untuk pertahanan sipil di Israel, yang mungkin menandakan bahwa Israel tidak merencanakan serangan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Channel 12 TV mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan Israel tidak menginginkan perang besar-besaran.

Media Israel melaporkan bahwa tergantung pada reaksi Hizbullah, militer menganggap serangan di Beirut sebagai akhir dari respon atas serangan di Dataran Tinggi Golan.

Baca Juga: Cara Islami Agar Anak Terhindar dari Kekerasan Seksual Sejak Dini

Sepanjang hari, sekitar 25 roket diluncurkan dari Lebanon selatan ke Israel utara, menurut militer Israel.

Petugas medis melaporkan seorang pria berusia 30 tahun di komunitas koperasi Kibbutz Hagoshrim tewas.

Hezbollah dan Israel, yang terakhir kali bertempur dalam perang besar pada tahun 2006, telah saling menembak sejak meletusnya perang Gaza pada bulan Oktober, setelah Hezbollah mulai menembaki target Israel dalam solidaritas dengan Palestina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.