Otoritas Filipina Tangkap Lebih dari 160 Orang Terkait Kejahatan Siber, Ada 70 Warga Indonesia

AKURAT.CO Pihak berwenang Filipina menahan lebih dari 160 orang, sebagian besar warga negara Cina dan Indonesia, atas dugaan keterlibatan dalam operasi kejahatan siber.
Penangkapan ini terjadi setelah penggerebekan di kompleks resor, kota Lapu-Lapu, Filipina, yang diduga menjadi pusat permainan daring ilegal dan penipuan siber. Operasi ini melibatkan lebih dari 100 agen pemerintah dengan dukungan intelijen militer.
Penggerebekan ini merupakan bagian dari tindakan tegas pemerintah setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan larangan terhadap operasi permainan daring ilegal pada Juli lalu. Operasi tersebut sebagian besar dikelola oleh warga negara Cina.
Dikutip dari Yahoo.com, Selasa (3/9/2024), Marcos menegaskan bahwa operasi ini telah melanggar hukum Filipina dan terlibat dalam berbagai kejahatan lain, seperti penipuan finansial, perdagangan manusia dan pembunuhan.
Di antara mereka yang ditangkap, terdapat 83 warga negara Cina, 70 orang Indonesia, 6 warga negara Myanmar, 2 orang Taiwan dan 1 warga Malaysia. Mereka akan dibawa ke Manila untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut oleh Biro Imigrasi, dengan kemungkinan dideportasi.
Baca Juga: Filipina Umumkan Dua Kasus Mpox Varian Lebih Ringan
Penggerebekan ini dilakukan setelah Kedutaan Besar Indonesia di Manila melaporkan delapan warganya yang dipaksa bekerja di pusat permainan daring di resor tersebut.
Pemilik kompleks hotel tersebut juga ditahan dan dapat menghadapi tuduhan karena menampung warga asing secara ilegal.
Langkah keras Marcos terhadap operasi perjudian daring yang dikelola oleh warga negara Cina ini disambut baik oleh pemerintah Cina.
Penutupan berbagai kompleks yang diduga mempekerjakan secara ilegal ribuan pekerja dari Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, telah dilakukan secara bertahap.
Selain itu, otoritas Filipina juga sedang melacak Alice Guo, mantan walikota di provinsi Tarlac, yang dicurigai terkait dengan operasi perjudian daring besar.
Guo, yang kini diyakini berada di Indonesia, telah dibebastugaskan dari jabatannya setelah diduga terlibat dalam berbagai pelanggaran, termasuk menyembunyikan kewarganegaraan Cina-nya untuk mencalonkan diri sebagai pejabat publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








