KBRI Damaskus Dipastikan Aman Meski Sempat Terdampak Serangan

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri memastikan KBRI Damaskus masih dalam kondisi aman, meski sempat terdampak serangan di tengah jatuhnya rezim Bashar Al-Assad oleh kelompok oposisi.
"Terdapat peluru nyasar yang mengenai atap gedung KBRI dan tembus hingga ruang rapat. Namun tidak ada WNI yang terluka," kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, dalam keterangannya, Senin (9/12/2024).
Judha menyebut, dari 1.162 WNI yang tercatat masih bertahan di Suriah, terdapat 19 WNI pekerja migran saat ini berada di shelter KBRI Damaskus.
Baca Juga: Profil Presiden Suriah Bashar al-Assad, Pemimpin yang Kabur dari Damaskus
Menurutnya, pertempuran di Damaskus yang memanas sejak Minggu (8/12/2024) pagi mulai mereda setelah Presiden Assad dipastikan melarikan diri keluar Suriah.
"Namun, situasi keamanan masih sangat dinamis. Terlebih karena sempat terjadi ledakan besar di sekitar Damaskus yang diduga berasal dari serangan udara pasukan Israel," kata Judha.
KBRI Damaskus sebelumnya memastikan bahwa semua WNI di Suriah ada dalam kondisi aman di tengah eskalasi perang saudara yang mencapai ibu kota Suriah.
Baca Juga: Bandara Damaskus dan Aleppo Tangguhkan Semua Penerbangan
WNI di Suriah diimbau untuk senantiasa tenang, tidak bepergian dari rumah untuk sementara, dan tetap menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI.
KBRI Damaskus juga telah menetapkan Siaga 1, status keamanan tertinggi, untuk seluruh wilayah Suriah menyusul eskalasi peperangan yang terjadi.
Sebelumnya, Siaga 1 hanya diterapkan pada beberapa wilayah seperti Aleppo dan Hama.
Baca Juga: KBRI Damaskus Siapkan Shelter Tampung WNI Terdampak Gempa Turki-Suriah
Pemerintahan Assad jatuh pada Minggu setelah militernya kehilangan kendali atas Kota Damaskus yang diserbu pasukan oposisi sejak Sabtu (7/12/2024).
Pertempuran di Damaskus menjadi babak akhir dari perang saudara Suriah yang telah berlangsung sejak 2011.
Eskalasi pertempuran antara pasukan rezim dengan kelompok oposisi pecah pada 27 November lalu dari kawasan pedesaan di barat Aleppo di Suriah utara.
Cepatnya pergerakan kelompok oposisi mengejutkan pasukan militer Suriah, dan rezim Al-Assad pun kehilangan kendali terhadap satu per satu wilayah di negara itu, dimulai dari Idlib, Aleppo pada 30 November dan Hama pada 5 Desember.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








