Donald Trump Putuskan AS Keluar dari WHO, Apa Dampaknya?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah mengenai keputusan negara itu keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Keputusan ini memberikan dampak pada sebagian besar kelompok bantuan internasional dan respons terhadap penyakit, yang akan menghentikan salah satu sumber pendanaan terbesar bagi keduanya.
Putusan terkait dengan keluarnya AS dari WHO termasuk ke dalam runtutan tindakan eksekutif yang ditandatangani Trump pada Senin (20/1/2025) di Ruang Oval, Gedung Putih.
"WHO menipu kita. Semua orang menipu Amerika Serikat dan tidak akan terjadi lagi," kata Trump kepada wartawan.
Baca Juga: Donald Trump Jadi Presiden Lagi, Zaman Keemasan Amerika Serikat Dimulai
WHO memainkan peran utama dalam memerangi ancaman kesehatan global.
Dengan fokusnya pada penyakit menular, krisis kemanusiaan, kesehatan jantung hingga penyakit kronis seperti kanker.
Keluarnya AS menjadi salah satu dampak buruk bagi WHO karena berkurangnya pendanaan pada organisasi tersebut.
Berdasarkan data WHO, siklus anggaran rentang 2024-2025, kontribusi AS mencapai USD662 juta (sekitar Rp10 triliun) atau 19 persen dari total pendapatan WHO.
Baca Juga: Elon Musk dan Donald Trump Dituding Sebarkan Disinformasi Saat Kebakaran Hebat di Los Angeles
Trump, selaku Presiden Ke-47 Amerika Serikat, resmi menjabat dan mengucap sumpah jabatan di Capitol Rotunda, Washington DC, pada Senin (20/1/2025) pukul 12.02 waktu setempat.
Pengambilan sumpah dipimpin Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, yang dilanjut dengan penyampaian pidato pelantikan oleh Trump sebagai Presiden Amerika Serikat periode 2025-2029.
Pelantikan Trump, untuk kali kedua, menandai perubahan besar di segala belahan AS, yang juga diperkirakan akan mengguncang masyarakat dunia.
"Tidak adil rasanya, meskipun itu bukan alasan pasti tetapi saya memutuskan keluar. Tiongkok membayar 39 juta Dolar AS (sekitar Rp6356 miliar) dan kami (AS) membayar 500 juta Dolar AS (sekitar Rp8,15 triliun), padahal Tiongkok merupakan negara besar," jelas Trump.
Baca Juga: Tim Cook Donasikan Rp15 Miliar untuk Pelantikan Donald Trump
Keputusan keluarnya AS dari WHO menuai kontroversi dari pendukung kesehatan dan anggota parlemen Partai Demokrat.
Trump disebut melakukan manuver politik untuk mengalihkan kesalahan atas respons tidak baik pemerintah pada saat pandemi Covid-19.
Saat tergabung dalam keanggotaan WHO pada tahun 1948, AS telah memutuskan penarikan diri yang didahului oleh pemberitahuan selama satu tahun dan pelunasan penuh terkait kewajiban keuangan.
Adapun, Joe Biden, ketika menjabat Presiden AS, berhasil membatalkan upaya Trump saat ingin keluar dari WHO pada Januari 2021 lalu.
Baca Juga: Pulau Terbesar di Dunia Ini Menolak Keras Ide Donald Trump yang Ingin Menguasai Wilayahnya
Apakah nantinya Presiden AS memiliki kewenangan untuk keluar dari WHO tanpa persetujuan kongres, statusnya masih belum jelas. Hal ini berdasarkan laporan Congressional Research Service tahun 2020. (Berlian Rahmah Dewanto)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








