UPDATE Seruan Boikot 25 Produk dan Perusahaan Teknologi yang Diduga Terlibat dalam Penyerangan Israel ke Gaza!

AKURAT.CO Belakangan ini, seruan boikot kembali ramai diperbincangkan terhadap produk dan perusahaan teknologi yang diduga terlibat dalam penyerangan Israel ke Gaza.
Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars/ IUMS) yang berbasis di Qatar, telah mengeluarkan fatwa yang menyerukan boikot total pada produk dan perusahaan teknologi yang mendukung Israel.
Seruan boikot produk tidak hanya ditujukan kepada perusahaan-perusahaan Israel, tetapi juga mencakup perusahaan dari negara-negara yang mendukung Israel, khususnya teknologi.
Baca Juga: VIRAL Video Dokter Kandungan Lecehkan Pasien Saat USG, Ini Kata Dinkes Garut
Dalam pernyataan resmi yang dikutip di situs webnya, Selasa (15/4/2025), IUMS merilis 15 poin fatwa, di mana tiga di antaranya secara khusus membahas ajakan untuk melakukan boikot.
Boikot produk yang dimaksud meliputi seluruh aspek, termasuk kegiatan politik, ekonomi, budaya, dan akademik yang berkaitan dengan Israel maupun para pendukungnya.
Dalam fatwa tersebut juga ditegaskan bahwa berinvestasi di perusahaan yang terlibat dalam penjajahan dianggap sebagai tindakan yang mengkhianati nilai-nilai keadilan.
Perusahaan teknologi global, Microsoft, yang dikenal di bidang perangkat lunak, juga diduga terlibat dalam aksi genosida yang dilakukan Israel di Gaza.
Organisasi hak asasi manusia (HAM), Skyline International for Human Rights, menyatakan bahwa Microsoft harus dimintai pertanggungjawaban karena telah memberikan dukungan kepada militer Israel yang mendukung tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza.
Dalam sebuah laporan, terungkap bahwa bantuan Microsoft mencakup pengelolaan data, pengembangan sistem penargetan, peningkatan teknologi pengawasan, serta penyediaan alat kecerdasan buatan (AI) canggih, untuk mendukung berbagai aspek di bidang teknologi informasi.
Salah satu contohnya adalah sistem berbasis AI bernama Lavender, yang dibuat untuk menentukan sasaran serangan. Sistem ini diduga menjadi penyebab utama tewasnya puluhan ribu warga sipil di Gaza.
Tak hanya itu, Microsoft juga diketahui memasok teknologi pengawasan biometrik yang digunakan untuk memantau pergerakan warga Palestina.
Maka dari itu, kini kembali ramai seruan boikot produk dan perusahaan teknologi yang diduga mendukung Israel dalam melakukan penyerangan ke Gaza.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh IUMS.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyebutkan bahwa seruan dari IUMS sejalan dengan isi Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, yang mendukung perjuangan rakyat Palestina serta menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.
Ia juga mengajak masyarakat sipil global untuk semakin gencar melakukan aksi boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam mendukung Israel.
"Kami mendorong seluruh kekuatan masyarakat sipil di berbagai belahan dunia untuk terus melakukan dan mengintensifkan aksi boikot terhadap produk Israel dan produk pihak manapun yang berafiliasi dengan Israel dan gerakan Zionisme," ujar Sudarnoto.
Sebagai tanggapan terhadap Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merilis daftar berisi 25 merek asing yang dianggap perlu diboikot.
Baca Juga: Trending TikTok! Link Video Viral Kuala Kurun 1 Menit Bikin Heboh, Apa Isinya?
Alasannya adalah keterlibatan perusahaan merek tersebut dalam mendukung perekonomian Israel atau karena kebijakan luar negeri negara-negara Barat yang berpihak pada Zionis.
Daftar ini disusun berdasarkan hasil riset internal PMII serta melalui konsultasi dengan berbagai organisasi lain.
Daftar Boikot Produk yang Dukung Israel
1. Kategori Minuman
- Danone Aqua
- Coca-Cola
- Milo
- Pepsi
- Nescafé
2. Kategori Kudapan
- Oreo
- Cadbury
- Toblerone
- KitKat
- Good Time
3. Kategori Bumbu Masak
- Heinz ABC
- Knorr
- Royco
- Maggi
- Kraft
4, Kategori Produk Rumah Tangga
- Rinso
- Molto
- Sunlight
- SuperPell
- Vixal
5. Kategori Perawatan Pribadi
- Pepsodent
- Axe
- Pantene
- Oral-B,
- 'L’Oréal
Selain produk-produk di atasm kini sejumlah perusahaan teknologi juga terancam diboikot, jika terbukti terlihat dalam penyerangan Israel ke Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







