Ahmadinejad Dikabarkan Selamat dari Upaya Pembunuhan di Tengah Konflik Iran-Israel

AKURAT.CO Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan nyaris menjadi korban upaya pembunuhan di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel.
Laporan ini pertama kali dimuat oleh News.Az yang mengutip sumber-sumber media Iran, meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga Ahmadinejad maupun pemerintah Teheran.
Menurut laporan tersebut, para pelaku mencoba melakukan sabotase terhadap mobil Ahmadinejad. Namun, tim pengamanan berhasil menggagalkan rencana tersebut tepat waktu.
“Penyerang berusaha mengutak-atik mobil Ahmadinejad, namun tim keamanannya menemukan rencana itu sebelum terlambat,” tulis News.Az.
Kabar ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya sejak Israel mulai melancarkan serangan besar ke wilayah Iran.
Beberapa pengguna media sosial turut mempertanyakan keberadaan Ahmadinejad, yang diketahui sudah tidak aktif di media sosial sejak April lalu.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Berpotensi Membebani APBN, Sri Mulyani Minta Waspada
“Di mana Mahmoud Ahmadinejad? Dia bahkan belum menulis apa-apa sejak April,” tulis salah satu pengguna X, platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Sementara itu, muncul pula klaim tak berdasar di media sosial bahwa Ahmadinejad telah tewas. “Menurut laporan yang belum dikonfirmasi, Mahmoud Ahmadinejad, mantan Presiden Republik Islam Iran, telah dieliminasi,” tulis pengguna lain tanpa menyertakan bukti.
Ketegangan terus meningkat setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan keinginannya untuk menghentikan secara permanen upaya Iran memiliki senjata nuklir.
“Sebuah akhir. Akhir yang nyata. Bukan gencatan senjata. Tapi akhir,” kata Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan, Air Force One.
Trump juga mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam platform Truth Social, ia menulis: “Kami tahu persis di mana yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi. Dia target yang mudah, tapi dia aman di sana — Kami tidak akan membunuhnya, setidaknya untuk saat ini. Tapi kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil atau tentara Amerika. Kesabaran kami mulai habis. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!”
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa negaranya berencana meningkatkan serangan ke Teheran. “Hari ini kami akan menyerang target-target yang sangat signifikan di Teheran,” ujarnya, seraya memperingatkan warga untuk mengungsi.
Baca Juga: Pertamina Siapkan Rute Alternatif Hadapi Konflik Israel-Iran
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah menggempur beberapa situs drone dan rudal di Iran bagian barat dalam dua gelombang serangan.
Selain itu, mereka juga mengklaim telah menewaskan komandan senior Iran, Ali Shadmani, dalam serangan malam di pusat komando di jantung Teheran — hanya empat hari setelah pendahulunya, Gholam Ali Rashid, juga tewas.
Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan figur-figur penting Iran menjadi target serangan dan spekulasi liar bermunculan di tengah ketiadaan informasi yang jelas dari pihak resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









