Akurat
Pemprov Sumsel

Konflik Iran-Israel: Israel Serang Situs Nuklir Isfahan, Bangunan di Tel Aviv Terbakar

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Juni 2025, 09:00 WIB
Konflik Iran-Israel: Israel Serang Situs Nuklir Isfahan, Bangunan di Tel Aviv Terbakar

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat seiring dengan serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel terhadap fasilitas nuklir utama milik Iran di Isfahan. Serangan ini terjadi pada Sabtu pagi, 21 Juni 2025, dan menandai aksi militer kedua terhadap wilayah tersebut sejak konflik dimulai pertengahan Juni.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan udara Israel memicu ledakan hebat dan asap pekat di sekitar kawasan pegunungan kota Isfahan. Fasilitas pengayaan nuklir di lokasi tersebut menjadi sasaran, meski pejabat Iran memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran radiasi.

“Kami belum menerima laporan tentang Israel yang menggunakan senjata tidak konvensional. Kami siap menghadapi kebocoran nuklir jika reaktor nuklir menjadi sasaran, dan kami berharap kami tidak sampai pada tahap itu,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian.

Baca Juga: Perang Iran-Israel: Rudal Iran tak Terdeteksi oleh Pertahanan Israel, Hantam Pemukiman Zionis di Beersheba

Tentara Israel merilis dokumentasi visual serangan, mengklaim bahwa mereka menargetkan instalasi penting yang terkait program nuklir Iran.

“Beginilah penampakan fasilitas nuklir di Isfahan, yang digunakan untuk mengubah uranium, yang merupakan tahap setelah tahap pengayaan dalam rangka memproduksi senjata nuklir,” kata juru bicara militer Avichay Adraee.

Ia juga menambahkan, “Angkatan udara menyerang fasilitas pusat beserta bangunan yang digunakan untuk memproduksi sentrifus. Kami terus menyerang proyek nuklir Iran.”

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina mengonfirmasi bahwa sebuah bengkel manufaktur sentrifus di situs Isfahan telah dihantam.

“Kami tahu fasilitas ini dengan baik. Tidak ada bahan nuklir di lokasi ini dan oleh karena itu serangan ini tidak akan memiliki konsekuensi radiologis,” jelas Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.

Sementara di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa militer Israel juga menyerang fasilitas militer di kota Shiraz, provinsi Fars. Di wilayah Israel sendiri, serpihan rudal yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara dilaporkan jatuh dan memicu kebakaran di atap bangunan permukiman di Tel Aviv. Laporan dari layanan darurat setempat menunjukkan gambar kobaran api di kawasan padat penduduk.

Menurut otoritas lokal Israel, serangan rudal Iran telah menewaskan sedikitnya 24 orang di Israel, menjadikan konflik ini salah satu yang paling mematikan antara kedua negara dalam dekade terakhir.

Dalam perkembangan lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa militer mereka telah menewaskan Saeed Izadi, pemimpin Korps Palestina dari Pasukan Quds, sayap luar negeri Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dalam sebuah serangan udara yang menargetkan apartemen di kota Qom.

“Ini adalah pencapaian besar bagi intelijen dan Angkatan Udara Israel,” ujar Katz dalam pernyataan resmi, seraya menuding Izadi sebagai sosok yang “mendanai dan mempersenjatai Hamas sebelum serangan 7 Oktober 2023 ke Israel.”

Baca Juga: Perang Iran Israel: Puluhan Pesawat tak Berawak Hantam Daerah Penjajahan Israel, Warga Dilarang Mempublikasi

Di tengah situasi ini, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menegaskan bahwa Teheran tetap membuka pintu untuk dialog internasional.

“Kami percaya pada pentingnya mendengarkan pihak lain. Itulah mengapa para diplomat kami hadir di Jenewa, untuk mendengarkan perspektif yang berbeda,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa diplomasi harus “dimulai dengan pengakuan global terhadap agresi Israel terhadap Iran.”

Dari Teheran, koresponden Al Jazeera Tohid Asadi menggambarkan kondisi masyarakat yang berada dalam tekanan hebat akibat konflik yang terus memburuk. “Realitanya di lapangan adalah orang-orang biasa diserang setiap hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Banyak warga ibu kota Iran yang memilih untuk pindah, tetapi kita harus ingat bahwa kita berbicara tentang 10 juta orang yang tinggal di kota Teheran dan 14 juta di provinsi Teheran. Hal ini memberi tekanan pada daerah sekitar.”

Konflik yang pecah sejak 13 Juni ini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap beberapa instalasi militer dan nuklir di Iran. Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke berbagai kota di Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

Meski Israel berdalih bahwa serangan ini bertujuan mencegah pengembangan senjata nuklir Iran, intelijen Amerika Serikat dan IAEA sejauh ini menyatakan belum ada bukti bahwa Iran sedang membangun bom nuklir.

Namun, mantan Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu mengatakan bahwa Kepala Intelijen Nasional AS “salah” dalam menyatakan bahwa Iran tidak sedang membuat bom nuklir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.