Senjata Pemusnah Kamboja: Ini Spesifikasi Roket yang Gempur Thailand

AKURAT.CO Perbatasan Kamboja–Thailand kembali memanas. Bentrokan terbaru yang meletus Kamis pagi (24/7/2025) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 14 lainnya di tiga provinsi Thailand.
Serangan terkoordinasi ini disebut sebagai salah satu yang paling intens sejak konflik perbatasan terakhir beberapa tahun silam.
Dalam eskalasi bersenjata terbaru, militer Kamboja menggempur enam titik strategis milik militer Thailand secara serentak dengan sistem peluncur roket berat BM-21 Grad dan RM-70.
Kedua senjata tersebut dikenal memiliki daya hancur tinggi dengan radius dampak luas, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar atas risiko korban sipil.
Serangan yang berlangsung selama 20 menit itu menandai peningkatan signifikan dalam ketegangan bilateral.
Sumber intelijen Thailand menyebut, roket-roket menghujani daerah perbatasan di Provinsi Ubon Ratchathani, Sisaket, dan Surin.
"Ini bukan insiden biasa. Skala dan intensitas serangannya luar biasa," ujar pejabat militer Thailand yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: Mensesneg: Seluruh WNI di Thailand dan Kamboja dalam Keadaan Aman dan Termonitor
Penggunaan sistem roket multilaras dengan daya jelajah menengah membuat wilayah sipil ikut terdampak.
Setidaknya tiga dari 14 korban luka adalah warga sipil, sementara evakuasi massal dilakukan di sejumlah desa perbatasan.
Kamboja diketahui mengerahkan dua sistem peluncur roket utama:
BM-21 Grad: Cepat dan Mematikan
-
Asal: Uni Soviet
-
Jumlah Tabung: 40 peluncur roket kaliber 122 mm
-
Kecepatan Tembak: Dapat melepaskan 40 roket dalam 20 detik (mode salvo)
-
Jangkauan: Hingga 20,75 km
-
Efek Ledak: Melepaskan ±3.150 serpihan logam tajam, radius ledakan 28 meter
-
Personel Operasi: 3 orang (pengemudi & dua awak artileri)
BM-21 dikenal sebagai senjata yang ampuh untuk menghantam target luas dalam waktu singkat, meski presisinya rendah. Efek kejut dan kerusakan massal menjadi keunggulan utama.
RM-70: Modern dan Presisi
-
Asal: Republik Ceko
-
Modifikasi: Versi modern dari BM-21
-
Fitur: Dilengkapi sistem komputerisasi pengendali tembakan
-
Jangkauan Efektif: Sekitar 20,3 km
-
Bobot Total: 25,8 ton
-
Operasi: Manual & semi-otomatis (tergantung medan)
RM-70 menawarkan presisi lebih baik karena proses penguncian dan koreksi tembakan dapat dilakukan langsung dari ruang kemudi.
Baca Juga: Profil Satria Arta Kumbara: Desersi, Perang di Rusia, dan Penyesalan
Sistem ini menjadi favorit dalam operasi militer yang membutuhkan ketepatan target dan kecepatan tembak tinggi.
Konflik terbuka ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk ASEAN dan lembaga internasional.
Sejumlah negara menyerukan agar Thailand dan Kamboja menahan diri serta membuka jalur diplomasi secepat mungkin.
Sementara itu, militer Thailand dilaporkan telah membalas serangan dengan serangkaian serangan udara terbatas di zona sengketa, memicu kekhawatiran konflik berskala penuh di perbatasan Indochina.
Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









