Tragedi Politik di Meksiko: Penembakan Ajudan Wali Kota, 13 Orang Ditangkap

AKURAT.CO Sebanyak 13 orang ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan terhadap dua ajudan dekat Wali Kota Meksiko, Clara Brugada. Korban adalah sekretaris pribadinya, Ximena Guzmán, serta penasihatnya, José “Pepe” Muñoz. Insiden tragis ini terjadi pada 20 Mei 2025, dan penangkapan dilakukan tiga bulan kemudian dalam operasi besar oleh otoritas kota dan federal.
Kronologi Kejadian dan Rincian Penyelidikan
Insiden Serangan (20 Mei 2025):
Guzmán dan Muñoz dibunuh pada pagi hari saat Guzmán menjemput Muñoz di dekat metro di kawasan Moderna, Calzada de Tlalpan, Kota Meksiko. Penyerang bertindak cepat dengan menembak dari jarak dekat kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Pelaku ditengarai telah memantau korban selama beberapa hari sebelum serangan.
Bukti termasuk temuan sepeda motor serta dua kendaraan lainnya—semuanya digunakan dalam pelarian menuju Negara Bagian Meksiko setelah menyerang.
Siasat serangan diperkirakan sangat terencana: pencurahan surveilans, penggunaan beberapa kendaraan, dan perpindahan pelaku untuk menghindari pengejaran.
Jaksa kota, Bertha Alcalde Luján, menyebut ini sebagai “serangan langsung dengan perencanaan matang” oleh pelaku berpengalaman.
Penangkapan (20 Agustus 2025):
Dalam operasi gabungan yang melibatkan Kepolisian Kota Meksiko, lembaga federal, dan militer dini hari, 13 tersangka ditangkap. Tiga di antaranya diduga pelaku langsung, sementara sisanya terkait dalam logistik lopak.
Wali Kota Brugada menyatakan ini adalah “terobosan besar pertama” dalam kasus yang masih berjalan.
Meskipun modus serangan mencerminkan metode geng, otoritas belum mengungkap motif pasti. Fokus penyelidikan tetap pada identifikasi pelaku dan jaringan yang terlibat.
Presiden: Aksi Keji, Tak Ada Impunitas
Kota Meksiko sendiri dikenal relatif aman dibanding wilayah lain, namun aksi kekerasan yang juga cukup signifikan, seperti terjadi kepada kepala keamanan kota 2020, Omar García Harfuch, yang sekarang menjabat Menteri Keamanan Nasional. Beruntung Omar dalam serangan pada 26 Juni 2020 itu selamat meski menderita luka. Tetapi dua pengawalnya tewas.
Presiden Claudia Sheinbaum (mantan wali kota) mengecam kasus pembunuhan Guzman dan Munos ini sebagai tindakan “keji” dan menegaskan tidak akan ada impunitas.
Menurut Wikipedia, kasus Guzmán dan Muñoz masuk ke dalam daftar pejabat yang terbunuh tahun 2025, termasuk posisi penting di pemerintahan ibu kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







