Sejarah Baru Hubungan Jepang–Korea Selatan: Menhan Nakatani Dijadwalkan Kunjungi Seoul 8 September

AKURAT.CO Menteri Pertahanan Jepang, Jenderal Gen Nakatani, dilaporkan berencana melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan pada 8 September 2025 untuk berunding dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-bak.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah memperkuat kerja sama keamanan bilateral serta menekankan kemitraan trilateral bersama Amerika Serikat dalam menghadapi tantangan geopolitik di Asia Timur.
Selain itu, Nakatani juga dikabarkan mempertimbangkan untuk bertemu dengan Menteri Unifikasi Korea Selatan, Chung Dong-young, guna membahas isu stabilitas Semenanjung Korea. Niat kunjungan ini sebelumnya telah disampaikan Nakatani melalui panggilan video dengan Menhan Ahn pada awal Agustus.
Menurut laporan Asahi Shimbun, kunjungan ini akan menjadi yang pertama bagi seorang Menhan Jepang ke Korea Selatan sejak 2015.
Memperkuat Kerja Sama Jepang–Korea Selatan di Tengah Ketegangan Regional
Rencana kunjungan Nakatani dinilai sebagai sinyal positif dalam hubungan Jepang–Korea Selatan yang kerap dibayangi konflik sejarah, termasuk perselisihan soal masa lalu kolonialisme dan sengketa perdagangan. Namun, meningkatnya ancaman dari Korea Utara dan ekspansi militer China mendorong kedua negara untuk memperkuat sinergi pertahanan.
Melalui komunikasi video awal Agustus, Ahn dan Nakatani menegaskan bahwa kerja sama pertahanan bilateral dan trilateral dengan AS merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Langkah ini juga sejalan dengan “Camp David Principles” yang disepakati pada Agustus 2023, di mana Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat berkomitmen memperdalam koordinasi keamanan di Asia Timur.
Langkah-Langkah Normalisasi Hubungan Pertahanan
Upaya menuju normalisasi hubungan militer kedua negara sebenarnya sudah terlihat sejak 2024. Saat itu, Menlu Jepang Minoru Kihara dan Menhan Korea Selatan Shin Won-sik sepakat melanjutkan pertukaran militer serta memastikan agar insiden radar lock-on 2018 tidak terulang.
Di tahun yang sama, Gen Nakatani juga melakukan kunjungan bersejarah ke kapal perang Korea Selatan — simbol langkah simbolis namun penting dalam membina kembali kepercayaan.
Tak hanya dengan Korea Selatan, Jepang juga memperluas kiprah pertahanannya di tingkat global. Tokyo kini aktif menjalin kerja sama dengan NATO, termasuk terlibat dalam program NSATU (NATO Security Assistance and Training for Ukraine), sebagai bukti peran lebih besar Jepang dalam keamanan internasional.
Selain itu, Jepang membentuk Japan Self-Defense Force Joint Operations Command, yang memperkuat integrasi operasional dengan US Forces Japan. Hal ini memperlihatkan kesiapan Jepang dalam merespons ancaman regional, baik dari Korea Utara maupun China.
Pentingnya Kunjungan Nakatani ke Korea Selatan
Jika terlaksana sesuai jadwal, kunjungan Gen Nakatani akan menjadi pertemuan resmi Menhan Jepang pertama ke Korea Selatan dalam satu dekade terakhir. Hal ini menandakan betapa dinamis dan kompleksnya hubungan bilateral kedua negara.
Secara garis besar, ada tiga fokus utama yang akan dibahas dalam kunjungan tersebut. Yakni memulihkan dan memperkuat kerja sama keamanan bilateral Jepang–Korea Selatan. Yang kedua, menegaskan kembali komitmen trilateral dengan Amerika Serikat. Yang terakhir, mengeksplorasi kerja sama lintas bidang, termasuk diskusi dengan Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengenai isu stabilitas Semenanjung Korea.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








