Studi: Meningkatnya Keasaman Laut Dapat Merusak Gigi Hiu

AKURAT.CO Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Marine Science memperingatkan bahwa meningkatnya keasaman laut akibat perubahan iklim dapat merusak gigi hiu.
Fenomena ini terjadi karena lautan menyerap lebih banyak karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer. Proses ini menurunkan pH air laut sehingga meningkatkan tingkat keasaman. Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya mengancam ekosistem laut, tetapi juga spesies penting seperti hiu.
Gigi Hiu Rentan terhadap Pengasaman Laut
Meski gigi hiu terbuat dari fosfat yang sangat kuat dan termineralisasi, penelitian yang dipimpin oleh Maximilian Baum, ahli biologi dari Universitas Heinrich Heine Düsseldorf, menemukan bahwa gigi hiu tetap rentan terhadap korosi.
Dalam penelitian tersebut, tim ilmuwan mengumpulkan sekitar 600 gigi hiu karang sirip hitam (Carcharhinus melanopterus) yang tanggal secara alami dari akuarium Sea Life Oberhausen, Jerman. Hiu dikenal sering mengganti gigi mereka, namun laju pergantian berbeda pada tiap spesies, ada yang hanya beberapa hari hingga beberapa minggu.
Uji Coba dengan Air Laut Asam
Untuk eksperimen, para peneliti memilih 52 gigi hiu (16 utuh dan 36 sedikit rusak) dan merendamnya dalam dua tangki air laut berkapasitas 20 liter selama delapan minggu.
Tangki pertama menggunakan pH 8,2 (kondisi laut saat ini).
Tangki kedua dibuat lebih asam dengan pH 7.
Hasilnya, gigi yang direndam di air dengan pH lebih rendah mengalami kerusakan serius, seperti retakan, lubang, korosi pada akar, hingga degradasi struktural.
Profesor Sebastian Fraune, penulis senior studi, menegaskan bahwa kerusakan ini berpotensi memengaruhi kemampuan hiu dalam menangkap, memproses, dan mencerna mangsa mereka.
Dampak pada Ekosistem Laut
Meskipun penelitian ini hanya menggunakan gigi hiu yang sudah tanggal, hasilnya menunjukkan ancaman nyata. Spesies hiu yang giginya selalu terpapar air laut, seperti hiu karang sirip hitam, sangat berisiko mengalami kerusakan gigi bahkan dengan penurunan pH yang moderat.
Jika kondisi ini terus terjadi, perubahan kecil pada gigi hiu dapat berdampak besar pada rantai makanan laut. Hiu adalah predator puncak yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga gangguan pada kemampuan berburu mereka bisa memicu efek domino pada kehidupan laut lainnya.
“Penelitian ini menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim bukan hanya pada suhu, tetapi juga memengaruhi seluruh jaring makanan dan ekosistem laut,” kata Maximilian Baum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








