Akurat
Pemprov Sumsel

Pratikno: Indonesia Punya Tanggung Jawab Besar Dorong Pembangunan Manusia di ASEAN

Ahada Ramadhana | 12 September 2025, 23:36 WIB
Pratikno: Indonesia Punya Tanggung Jawab Besar Dorong Pembangunan Manusia di ASEAN

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam mengarusutamakan pembangunan manusia di ASEAN.

Dengan populasi 283 juta jiwa dari total 700 juta penduduk ASEAN, Indonesia disebut menjadi motor penggerak agenda kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial di kawasan.

“Bayangkan sebuah orkestra besar. Bukan hanya satu musisi, bukan hanya satu instrumen, melainkan ribuan yang bermain selaras. Itulah masa depan yang sedang kita bangun bersama,” ujar Pratikno, dikutip pada Jumat (12/9/2025).

Ia mencontohkan berbagai program unggulan Indonesia dalam mempercepat pembangunan manusia, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, hingga Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat.

Program-program tersebut, kata dia, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara ASEAN.

Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR RI: Penarikan Dana Rp200 Triliun Harus Tepat Sasaran

“Program-program ini dapat memperkuat ketahanan manusia sekaligus mendorong pembangunan inklusif di kawasan,” ucapnya.

Menurut Pratikno, kekuatan ASEAN bukan hanya terletak pada besarnya pasar, tetapi juga semangat dan cita-cita bersama.

Ia optimistis, ketika Indonesia memasuki era emas pada 2045, ASEAN juga akan tampil sebagai kawasan yang tangguh, inovatif, dan berpusat pada manusia.

“Mari kita tulis babak baru ini bukan dengan nada terpisah, tetapi dengan harmoni. Satu visi, 700 juta suara. Saya percaya, simfoni kemitraan Indonesia dan ASEAN akan menginspirasi dunia,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.