Trump Akui Kesabaran Terhadap Putin Habis, Desak Eropa Perketat Tekanan ke Rusia

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesabarannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin “sudah habis” terkait perang di Ukraina. Pernyataan ini ia sampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Fox News pada Jumat (12/9), menandai sikap tegas Trump terhadap konflik yang memasuki tahun ketiga.
Trump: “Kesabarannya Cepat Sekali Habis”
Ketika ditanya apakah kesabarannya terhadap Putin telah berakhir, Trump menjawab lugas, “Ya. Kesabarannya seperti habis dan cepat sekali habisnya.”
Ia mengakui sebelumnya memiliki hubungan baik dengan Putin, namun frustrasi karena perang yang dimulai pada Februari 2022 itu tak kunjung usai.
“Kita harus bertindak sangat, sangat tegas,” ujarnya, seraya menekankan bahwa sanksi terhadap sektor perbankan dan minyak Rusia tetap menjadi pilihan, tetapi negara-negara Eropa juga harus ikut menekan Moskow.
Dorongan untuk Eropa dan India
Trump menegaskan bahwa beban terbesar konflik seharusnya ditanggung negara-negara Eropa. “Ingat, ini masalah Eropa, jauh lebih besar daripada masalah kita,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan pernah memberlakukan tarif 50% terhadap ekspor India ke AS karena India tetap menjadi pembeli minyak Rusia terbesar. “Itu bukan hal yang mudah dilakukan. Itu masalah besar dan menyebabkan ketegangan dengan India,” kata Trump.
Konteks Perang Ukraina
Menurut laporan BBC dan Reuters, Rusia masih menguasai sekitar 18% wilayah Ukraina per September 2025. Perang telah menewaskan puluhan ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan, termasuk eksodus jutaan pengungsi. Dukungan militer dan finansial Barat, terutama dari AS dan Uni Eropa, terus mengalir untuk membantu pertahanan Ukraina.
Pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya menerapkan paket sanksi besar-besaran terhadap bank-bank Rusia, industri minyak, serta individu dekat Putin. Namun, sebagian analis menilai sanksi tersebut belum cukup untuk menghentikan agresi Moskow.
Implikasi Pernyataan Trump
Pernyataan Trump dinilai sebagai sinyal bahwa, jika kembali menjabat, ia mungkin akan menekan Eropa agar lebih agresif menindak Rusia. Pengamat hubungan internasional menilai langkah tersebut bisa mengubah peta diplomasi global, mengingat Trump selama ini dikenal pragmatis terhadap Moskow.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








