Akurat
Pemprov Sumsel

Serangan Drone Hantam Masjid di El Fasher saat Salat Jum'at, Sedikitnya 70 Jemaah Tewas

Kumoro Damarjati | 20 September 2025, 07:54 WIB
Serangan Drone Hantam Masjid di El Fasher saat Salat Jum'at, Sedikitnya 70 Jemaah Tewas

 

AKURAT.CO Serangan pesawat tak berawak yang diduga dilakukan milisi Rapid Support Forces (RSF) menewaskan sedikitnya 70 orang saat salat Jumat di sebuah masjid di El Fasher, ibu kota Darfur Utara, Sudan. Masjid tersebut hancur total, dan jumlah korban diperkirakan terus bertambah karena banyak jenazah masih tertimbun reruntuhan, menurut petugas bantuan lokal Emergency Response Rooms, Jumat (19/9).

Tentara Sudan menyatakan duka cita atas serangan mematikan ini dan menuduh RSF sengaja menargetkan warga sipil. “Menyerang warga sipil adalah pola tetap milisi pemberontak ini,” tegas tentara dalam pernyataan resminya. Rincian lebih lanjut sulit diperoleh karena banyak lembaga internasional menarik diri akibat pertempuran sengit antara RSF dan militer Sudan.

Latar Belakang Perang Saudara Sudan

Konflik antara tentara Sudan dan RSF pecah sejak April 2023 dan telah berubah menjadi perang saudara yang menewaskan sedikitnya 40.000 orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lebih dari 12 juta orang terpaksa mengungsi dan jutaan lainnya terancam kelaparan.

Serangan terhadap masjid ini menambah panjang daftar kekerasan di El Fasher. Komite Perlawanan setempat melaporkan RSF menargetkan warga sipil tak bersenjata, termasuk perempuan dan lansia, di tempat penampungan pengungsi. Awal pekan ini, Jaringan Dokter Sudan menyebut RSF membunuh 18 orang dan menculik 14 lainnya, termasuk tiga anak perempuan.

Bukti Serangan Drone dan Dampaknya

Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Universitas Yale merilis citra satelit yang menunjukkan aktivitas drone dan kerusakan bangunan, termasuk kamp pengungsi Abu Shouk yang menampung sekitar 450.000 orang. Kamp ini berulang kali menjadi sasaran serangan dan kini dikabarkan jatuh ke tangan RSF.

Laporan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR) mencatat 3.384 kematian warga sipil di Sudan antara Januari dan Juni 2024, hampir 80% terjadi di Darfur. OHCHR menilai jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.

Situasi Kemanusiaan Makin Gawat

Pertempuran untuk merebut El Fasher kian intens sejak April lalu. Serangan RSF disertai kekerasan seksual, eksekusi singkat, dan serangan terhadap warga yang bersembunyi atau melarikan diri. Rumah Sakit El Fasher Selatan—satu-satunya fasilitas bedah yang masih beroperasi—kini kewalahan.

Dr. Ezzeldin Asow dari rumah sakit tersebut melaporkan pasien datang dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta keledai karena transportasi darurat tidak tersedia. Sementara itu, Li Fung, perwakilan HAM PBB, memperingatkan situasi “memburuk dengan cepat” akibat pengepungan yang memutus pasokan makanan, air, dan obat-obatan.

“Warga sipil terjebak dalam pilihan mustahil: tetap tinggal menghadapi pemboman dan kelaparan atau melarikan diri dengan risiko eksekusi dan penculikan,” kata Fung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.