Menlu Polandia Peringatkan Rusia: Jangan Protes jika Pesawat Ditembak Jatuh di Wilayah NATO

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski mengeluarkan peringatan keras kepada Moskow terkait pelanggaran wilayah udara NATO. Dalam sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (23/9), Sikorski menegaskan Rusia tidak berhak mengajukan protes bila pesawat atau rudalnya ditembak jatuh setelah memasuki wilayah NATO.
“Jika rudal atau pesawat lain memasuki wilayah kami tanpa izin, baik sengaja maupun tidak sengaja, dan ditembak jatuh hingga puingnya jatuh di NATO, mohon jangan datang ke sini untuk mengeluh. Anda telah diperingatkan,” tegas Sikorski.
Jet Rusia Langgar Wilayah Estonia
Sidang darurat itu digelar setelah tiga jet militer Rusia terdeteksi melanggar wilayah udara Estonia pada 19 September selama 12 menit. Jet-jet tersebut akhirnya dihalau pesawat tempur F-35 Italia yang bertugas di bawah komando NATO.
Insiden ini memicu kekhawatiran baru di Eropa, terlebih setelah Rusia mengirim pesawat nirawak ke Polandia dan Rumania pada awal bulan, membuat NATO meningkatkan siaga di seluruh kawasan.
Sikap Tegas Pemerintah Polandia
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan negaranya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
“Kami akan menembak jatuh objek terbang yang melanggar wilayah udara Polandia tanpa diskusi. Tidak ada ruang perdebatan di sini,” kata Tusk dalam konferensi pers.
Sikorski juga melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Rusia.
“Kami tahu Anda tidak peduli dengan hukum internasional, dan tidak mampu hidup damai dengan tetangga Anda. Nasionalisme Anda yang gila hanya akan berhenti ketika menyadari era kekaisaran sudah berakhir,” ujarnya.
Uni Eropa Siapkan “Tembok Nirawak”
Pelanggaran berulang Rusia terhadap wilayah NATO mendorong Uni Eropa mengkaji langkah pertahanan tambahan. Tujuh negara anggota UE dijadwalkan menggelar pertemuan daring bersama Komisi Eropa dan Ukraina pada Jumat mendatang untuk membahas pembangunan “tembok nirawak” di perbatasan timur Eropa. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keamanan dan menekan ancaman militer Rusia di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







