Topan Bualoi yang Menerjang Vietnam Rusak Ribuan Rumah dan Telan 11 Korban Jiwa

AKURAT.CO Hujan deras dan angin kencang bekas Topan Bualoi menimbulkan kerusakan parah di Vietnam tengah. Sedikitnya 11 orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, dan ratusan ribu warga kehilangan aliran listrik.
Banjir dan Angin Kencang Landa Vietnam Tengah
Bekas Topan Bualoi menerjang kawasan tengah Vietnam pada Minggu (29/9) malam dengan angin berkecepatan hingga 133 km/jam. Hujan deras menenggelamkan jalan raya, merobohkan atap rumah, merusak sekolah dan tiang listrik, serta memutus akses ke berbagai komunitas di dataran tinggi.
Media pemerintah melaporkan sedikitnya sembilan orang tewas, termasuk enam warga Provinsi Ninh Binh, satu warga Kota Hue, satu orang di Danang, dan seorang pejabat Provinsi Thanh Hoa yang tertimpa pohon tumbang saat pulang ke rumah.
Ribuan Rumah dan Infrastruktur Rusak
Lebih dari 347.000 rumah tangga dilaporkan kehilangan aliran listrik. Angin kencang merobek atap seng, menghancurkan pilar beton, dan menyapu jembatan sementara. Di kawasan wisata Phong Nha, penduduk menggambarkan “hembusan angin yang mengerikan” dan hujan lebat yang memaksa warga tetap berlindung di rumah.
Nelayan Hilang dan Operasi Penyelamatan
Tim penyelamat Vietnam kini mencari 17 nelayan yang dilaporkan hilang. Di Provinsi Quang Tri, angin kencang memutuskan tali jangkar kapal nelayan sehingga kapal bersama sembilan awak hanyut; hanya empat orang berhasil berenang ke darat. Di Provinsi Gia Lai, delapan nelayan lain masih belum ditemukan.
Evakuasi Massal dan Penutupan Bandara
Otoritas Vietnam mengevakuasi ribuan warga dari provinsi-provinsi tengah dan utara karena badai mendekat lebih cepat dari perkiraan. Pemerintah menangguhkan operasi di empat bandara pesisir dan mengandangkan kapal nelayan demi keselamatan. Pada Senin pagi, pusat badai terpantau bergerak menuju Laos dengan kecepatan angin 74 km/jam.
Dampak Topan Bualoi di Filipina
Sebelum mencapai Vietnam, Topan Bualoi telah menewaskan sedikitnya 20 orang di Filipina, sebagian besar akibat tenggelam dan pohon tumbang. Sekitar 23.000 keluarga mengungsi ke lebih dari 1.400 tempat penampungan darurat.
Perubahan Iklim Memperkuat Badai Tropis
Para pakar iklim menilai pemanasan global membuat badai tropis di Asia semakin kuat dan basah. Lautan yang lebih hangat menyediakan energi bagi badai, memicu angin kencang, curah hujan tinggi, dan pergeseran pola cuaca di Asia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







