Thailand Terapkan Aturan Baru Minum Alkohol, Konsumen Kini Bisa Didenda

AKURAT.CO Pemerintah Thailand resmi memberlakukan perubahan besar dalam Undang-Undang Pengendalian Alkohol (Alcohol Control Act) yang mulai berlaku pada 8 November 2025. Aturan baru ini menandai pergeseran besar dalam industri makanan dan minuman Thailand karena kini tidak hanya penjual, tetapi juga konsumen alkohol bisa dikenai sanksi hukum.
Perubahan ini bertujuan memperbarui regulasi tahun 2008 agar lebih relevan dengan praktik penjualan di era digital, serta menyeimbangkan antara kontrol sosial dan pertumbuhan ekonomi. Namun, aturan baru tersebut memicu protes keras dari masyarakat dan pelaku industri pariwisata, karena dianggap membingungkan dan berpotensi merugikan sektor perhotelan.
Konsumen Bisa Didenda hingga 10.000 Baht
Sumber kontroversi utama terdapat pada Pasal 32 undang-undang baru yang melarang siapa pun mengonsumsi alkohol di tempat berlisensi atau area komersial pada jam-jam tertentu yang dilarang secara hukum.
Bagi mereka yang tetap minum di luar jam yang diperbolehkan, dikenai denda hingga 10.000 baht atau sekitar Rp4,5 juta, berdasarkan Pasal 37/1.
Sebelumnya, regulasi hanya menargetkan penjual, seperti melarang menjual alkohol kepada anak di bawah umur atau orang yang sedang mabuk. Kini, tanggung jawab hukum bergeser ke konsumen, menjadikan Thailand sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan aturan minum seketat ini.
Larangan Minum di Jam Tertentu
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, konsumsi alkohol dilarang dari pukul 00.00 hingga 11.00 siang, serta dari pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Artinya, seseorang yang membeli minuman sebelum tengah malam tetapi masih mengonsumsinya setelah pukul 00.00 tetap dianggap melanggar hukum dan dapat dikenai denda.
Industri Pariwisata dan Hiburan Protes
Perubahan ini menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku usaha bar, restoran, dan hotel yang menjadi tulang punggung pariwisata Thailand. Banyak pihak menilai aturan tersebut dapat merugikan ekonomi malam hari, terutama di destinasi wisata populer seperti Bangkok, Phuket, dan Chiang Mai, yang dikenal dengan aktivitas hiburan hingga larut malam.
Meski menuai kritik, pemerintah Thailand menyatakan aturan baru ini penting untuk mengurangi konsumsi alkohol berlebihan dan mendukung kesehatan masyarakat, tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi sektor makanan dan minuman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








