UNICEF: Ancaman Seksual Online Jadi Risiko Terbesar bagi Anak di Malaysia

AKURAT.CO UNICEF memperingatkan bahwa konten seksual yang dibuat atau dibagikan tanpa persetujuan—mulai dari sextortion, pemaksaan pembuatan konten intim, hingga kasus yang melibatkan anak—kini menjadi ancaman online paling serius bagi anak-anak di Malaysia. Namun sebagian besar korban memilih diam dan tidak melaporkan apa yang mereka alami.
Dalam wawancara dengan Malay Mail pada Forum ICT ASEAN tentang Perlindungan Anak, Wakil Perwakilan UNICEF Malaysia, Sanja Saranovic, mengatakan bahwa kekerasan seksual di dunia digital kini menjadi risiko terbesar, mengalahkan perundungan dan penipuan. Namun, justru jenis ancaman inilah yang paling jarang terungkap.
“Dari pemetaan risiko, konten seksual tanpa persetujuan berada di posisi paling tinggi,” katanya.
“Sekalipun anak membuat konten seksual secara sukarela, itu tetap dianggap tanpa persetujuan yang sah karena mereka masih di bawah umur. Inilah risiko terbesar yang kami lihat.”
Temuan tersebut sejalan dengan laporan Disrupting Harm Malaysia 2022 yang menunjukkan sekitar 4 persen anak pengguna internet berusia 12–17 tahun—sekitar 100.000 anak—mengalami eksploitasi atau kekerasan seksual online dalam setahun terakhir.
Namun data dari Divisi Investigasi Kekerasan Seksual, Perempuan, dan Anak (D11) Polri Malaysia menunjukkan bahwa hanya sedikit kasus yang benar-benar dilaporkan.
Setengah dari anak yang mengalami kekerasan seksual online tidak bercerita kepada siapa pun, dan sangat sedikit yang membuat laporan ke polisi. Jika pun mereka bercerita, biasanya kepada teman atau saudara, menurut data tahun 2017–2019.
Anak-anak mengaku tidak berani melapor karena malu, takut dimarahi, tidak tahu prosedurnya, atau merasa laporan mereka tidak akan ditindaklanjuti. Faktor budaya yang menganggap tabu isu seksual—terutama jika melibatkan pelaku sesama jenis—juga membuat korban takut menghadapi tekanan sosial atau masalah hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






