AS Jatuhkan Pembatasan Visa kepada Pejabat Haiti yang Diduga Dukung Geng Bersenjata

AKURAT.CO Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin mengumumkan pemberlakuan pembatasan visa terhadap seorang pejabat pemerintah Haiti yang diduga memberi dukungan kepada geng kriminal dan menghambat upaya pemberantasan “geng teroris” di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, AS menyebut akan mencabut visa yang masih berlaku milik pejabat tersebut. Namun, identitas orang yang dimaksud tidak diungkap.
Kebijakan pembatasan visa ini merujuk pada aturan yang diumumkan pada Oktober 2022. Aturan itu memberi kewenangan bagi pemerintah AS untuk menolak atau mencabut visa individu—termasuk anggota keluarga tertentu—yang dianggap memberikan dukungan finansial atau material kepada geng atau jaringan kriminal di Haiti.
Departemen Luar Negeri AS menegaskan komitmennya untuk membantu memulihkan stabilitas Haiti dan mendorong kemajuan nyata menuju penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil.
“Rakyat Haiti sudah cukup menderita akibat kekerasan geng, kerusakan, dan konflik politik,” demikian pernyataan itu.
Pemerintahan Trump, lanjutnya, akan mendorong akuntabilitas terhadap siapa pun yang terus memperburuk situasi keamanan di Haiti maupun kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








