Dua Negara Asia Tenggara Masuk 10 Besar Tempat Terbaik untuk Hidup Saat Pensiun

AKURAT.CO Malaysia dan Thailand masuk dalam daftar 10 destinasi terbaik dunia untuk pensiun pada 2026 versi laporan tahunan majalah International Living yang berbasis di Irlandia. Dalam Indeks Pensiun Global Tahunan 2026, Malaysia menempati peringkat ke-10, turun tiga peringkat dibanding tahun lalu, sementara Thailand berada di posisi ke-9, naik satu tingkat.
Indeks tersebut menilai berbagai faktor, mulai dari perumahan, visa dan fasilitas bagi pensiunan, biaya hidup, layanan kesehatan, iklim, tingkat pembangunan, tata kelola, hingga daya tarik budaya. Untuk Malaysia, laporan menyoroti Penang sebagai tujuan ideal pensiunan karena biaya hidup yang relatif rendah dan kualitas hidup yang baik.
Disebutkan, makanan di Penang tergolong murah dan berkualitas. Hidangan lokal seperti char kway teow atau mi goreng dapat dibeli dengan harga di bawah 10 ringgit per porsi. Selain itu, pilihan hunian juga beragam, mulai dari apartemen modern dengan fasilitas kolam renang dan pemandangan laut hingga rumah warisan yang telah direnovasi.
Harga sewa di kawasan populer seperti Pulau Tikus, Tanjong Tokong, dan George Town umumnya berkisar antara 1.500 hingga 3.500 ringgit per bulan, tergantung lokasi dan tipe hunian. Layanan kesehatan di Penang juga dinilai andal dan terjangkau, dengan rumah sakit swasta modern serta dokter yang banyak menempuh pendidikan di Inggris atau Australia. Biaya konsultasi dokter spesialis rata-rata berada di kisaran 100 hingga 250 ringgit.
Malaysia juga menyediakan sejumlah opsi visa jangka panjang yang ditujukan bagi pensiunan maupun pekerja digital nomaden, sehingga memudahkan warga asing yang ingin menetap lebih lama.
Sementara itu, Thailand dinilai menarik bagi pensiunan karena biaya hidup yang rendah, iklim tropis, serta infrastruktur yang memadai. Akses internet berkecepatan tinggi tersedia dengan tarif terjangkau, sementara jasa rumah tangga, pijat, dan perawatan diri relatif murah dibanding negara Barat.
Laporan tersebut memperkirakan, pensiunan lajang dengan anggaran sekitar 1.200 dolar AS per bulan sudah dapat hidup nyaman di Chiang Mai, termasuk menyewa apartemen studio, memenuhi kebutuhan makan harian, dan menikmati hiburan sederhana. Untuk pasangan dengan pendapatan sekitar 3.800 dolar AS per bulan, kehidupan yang lebih lapang dapat dinikmati, termasuk menyewa bungalow dua kamar di kawasan pantai seperti Pattaya atau Hua Hin.
Thailand juga unggul dalam layanan kesehatan. Asuransi kesehatan swasta dinilai jauh lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat, sementara rumah sakitnya bertaraf internasional. Berdasarkan peringkat Numbeo 2025, Thailand menempati posisi teratas di Asia Tenggara untuk sistem layanan kesehatan, peringkat ke-9 dunia dengan indeks 77,5.
Selain itu, Thailand dikenal memiliki kebijakan visa yang ramah bagi pensiunan, dengan izin tinggal hingga 10 tahun bagi warga asing yang memenuhi syarat. Dalam laporan yang sama, Yunani menempati peringkat pertama sebagai destinasi pensiun terbaik dunia, disusul Panama dan Kosta Rika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







