Banjir Besar Landa Kruger, Wisatawan Tak Bisa Masuk Taman Nasional Ikonik Afrika Selatan

AKURAT.CO Otoritas Afrika Selatan menutup Taman Nasional Kruger untuk kunjungan harian pada Kamis (15/1) setelah sejumlah sungai yang melintasi kawasan tersebut meluap akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari.
Pengelola South African National Parks (SANParks) menyatakan wisatawan yang telah menginap di pondok-pondok wisata di dalam taman nasional masih diperbolehkan tetap berada di lokasi. Namun, sejumlah area di sekitar Sungai Letaba terpaksa dievakuasi karena terdampak banjir.
Rekaman video Reuters menunjukkan sebagian besar wilayah taman nasional tergenang air dengan arus deras. Puncak-puncak pohon terlihat mencuat dari genangan, sementara sejumlah kuda nil tampak berenang di antara banjir. Beberapa papan peringatan juga dipasang untuk menandai penutupan jalan.
Banjir di kawasan Afrika bagian tenggara dilaporkan semakin sering dan parah dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena tersebut dikaitkan dengan perubahan iklim yang memicu badai lebih kuat di Samudra Hindia.
Juru bicara Taman Nasional Kruger, Reynold Thakhuli, mengatakan aliran air di kawasan itu bergerak sangat cepat. Ia menyebut otoritas setempat telah menutup Gerbang Phalaborwa, yang berada dekat bandara Kruger.
“Kami menutup akses selama 24 jam dan akan terus memantau perkembangan situasi,” ujar Thakhuli kepada Reuters di lokasi.
Ia menambahkan pihaknya tidak terlalu khawatir terhadap keselamatan satwa liar. Menurutnya, hewan-hewan di taman nasional tersebut umumnya akan berpindah ke dataran yang lebih tinggi saat banjir terjadi.
Sementara itu, seorang wisatawan asal Afrika Selatan, Gerhard Ackerman, terlihat duduk di beranda pondok tempatnya menginap sambil menyaksikan banjir.
“Ini cara Tuhan mengembalikan air ke dalam bumi,” ujarnya. “Kami justru menikmatinya.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







