Jika Negosiasi Nuklir dengan Iran Gagal, Trump Sebut Kemungkinan Buruk Akan Terjadi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memperingatkan konsekuensi serius jika negosiasi dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan. Trump menyatakan “kemungkinan hal buruk akan terjadi” apabila upaya diplomasi terkait program nuklir Iran menemui jalan buntu.
“Kami punya kapal-kapal menuju ke arah Iran saat ini, yang besar, yang terbaik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan dengan Iran. Kita lihat bagaimana hasilnya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin waktu setempat (2/2/2026).
“Jika bisa mencapai kesepakatan, itu bagus. Jika tidak, mungkin hal buruk akan terjadi,” ujarnya.
Ketegangan AS–Iran meningkat setelah konflik bersenjata pada Juni 2025, ketika Israel dengan dukungan Washington melancarkan serangan selama 12 hari ke sejumlah target militer, fasilitas nuklir, dan infrastruktur sipil Iran. Serangan itu menewaskan sejumlah komandan dan ilmuwan senior. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke fasilitas militer dan intelijen Israel, sebelum AS ikut menggempur lokasi nuklir Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas diplomatik meningkat dengan keterlibatan sejumlah negara kawasan, termasuk Turki, untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Situs berita Axios melaporkan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan menggelar pertemuan di Istanbul pada Jumat. Pertemuan itu disebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali diplomasi terkait program nuklir Iran.
Mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, Axios menyebut persiapan sedang dilakukan, namun jadwal dan format pertemuan masih bisa berubah.
Rencana dialog itu muncul setelah Trump pekan lalu menyatakan sebuah “armada besar” sedang bergerak menuju kawasan Iran sambil mendesak Teheran segera masuk ke meja perundingan. Trump juga mengatakan Iran kini “secara serius” berbicara dengan pihak AS.
Trump sebelumnya juga mengancam opsi militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan domestik di negara tersebut, menyusul gelombang protes antipemerintah yang dipicu pelemahan mata uang rial, lonjakan inflasi, dan memburuknya kondisi hidup.
Pemerintah Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons “cepat dan menyeluruh”.
Laporan yang sama menyebut Turki, Mesir, dan Qatar berperan penting memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Araghchi juga dilaporkan telah berkunjung ke Istanbul dan bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Menteri Luar Negeri Hakan Fidan.
Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengeluarkan perintah untuk melanjutkan kembali negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat dengan melibatkan pejabat senior dari kedua negara. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi bersama yang dirilis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








