Video Trump Tertidur Saat Peluncuran Board of Peace Viral, Kesehatannya Dipertanyakan

AKURAT.CO Sebuah video yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampak memejamkan mata saat peluncuran Board of Peace viral di media sosial. Momen itu memicu kembali perdebatan mengenai kondisi energi serta kebugarannya dalam menjalankan tugas.
Rekaman tersebut diambil saat pertemuan perdana Board of Peace yang digelar pada Kamis di United States Institute of Peace, Washington DC. Dalam video itu, Trump (79) terlihat duduk di atas panggung dengan mata terpejam dan kepala sedikit tertunduk ketika sejumlah pejabat militer serta pemimpin internasional menyampaikan sambutan.
Sebelumnya, Trump telah berpidato lebih dari 45 menit sebelum duduk dan mendengarkan perwakilan dari lebih 40 negara yang hadir dalam acara tersebut. Kamera beberapa kali menyorot dirinya dengan mata tertutup selama sesi berlangsung.
Pada satu momen ketika mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyampaikan pidato, kelopak mata Trump terlihat berat, kurang dari satu jam setelah ia menyampaikan sambutannya sendiri. Saat tepuk tangan terdengar, Trump tampak tersentak, membuka mata dan kembali duduk tegak.
Momen serupa juga terekam saat Mayor Jenderal Jasper Jeffers III dan sejumlah pejabat lainnya berbicara. Dalam salah satu cuplikan, Trump terlihat tidak bergerak dengan mata tertutup selama beberapa detik, memicu spekulasi di media sosial bahwa ia sempat tertidur.
Bukan Kali Pertama
Sorotan terhadap kondisi fisik Trump bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, video dari rapat kabinet juga menunjukkan dirinya dengan mata terpejam, yang kemudian memicu tudingan bahwa ia tertidur dalam forum resmi.
Menanggapi tudingan tersebut, Trump membantah. “Beberapa orang bilang dia memejamkan mata. Lihat, itu agak membosankan,” ujarnya saat itu. “Saya tidak tidur. Saya hanya memejamkan mata karena ingin segera keluar dari sana.”
Ia juga menegaskan, “Saya tidak banyak tidur.”
Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Trump dalam kondisi kesehatan yang baik. Pejabat menyebutkan pemeriksaan medis terbaru bersifat preventif dan menunjukkan kondisi jantung yang kuat. Memar yang terlihat di tangannya juga disebut akibat penggunaan aspirin sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit kardiovaskular.
Sebagai presiden tertua dalam sejarah Amerika Serikat yang masih menjabat di usia 79 tahun, kondisi kesehatan Trump terus menjadi perhatian publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








