Akurat Logo

Iran Ancam Serang Israel dan Lokasi Strategis Amerika Lebih Masif, Termasuk Amazon

Lufaefi | 5 Maret 2026, 09:05 WIB
Iran Ancam Serang Israel dan Lokasi Strategis Amerika Lebih Masif, Termasuk Amazon
Perang Iran vs AS Israel

AKURAT.CO Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan meningkatkan intensitas serangan terhadap Israel dan kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan, menyusul eskalasi konflik dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (4/3/2026), IRGC mengumumkan peluncuran tahap ke-17 Operasi Janji Sejati 4 sebagai balasan atas apa yang disebutnya sebagai agresi Tel Aviv dan Washington terhadap Republik Islam Iran.

“Dengan keberhasilan penghancuran lebih dari tujuh radar canggih, mata AS dan rezim Zionis di kawasan telah dibutakan,” demikian bunyi pernyataan IRGC. Korps tersebut juga menegaskan bahwa serangan dalam beberapa hari ke depan akan lebih intens dan meluas.

Baca Juga: Analis Sebut Mojtaba Khamenei Adalah Simbol Konsolidasi Kekuasaan Kelompok Garis Keras

IRGC mengklaim telah menembakkan ratusan rudal balistik dan drone bermuatan bahan peledak ke berbagai target sensitif di wilayah Israel. Beberapa sasaran disebut berada di Tel Aviv dan al-Quds (Yerusalem Timur), termasuk fasilitas militer dan infrastruktur strategis.

Selain itu, IRGC menyatakan serangan mereka berhasil menembus sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense atau THAAD yang dikerahkan untuk melindungi Israel. Korps tersebut juga mengklaim telah menghantam area sekitar Bandara Ben Gurion dan fasilitas yang disebut sebagai kementerian perang Israel.

Tak hanya Israel, IRGC menyebut kepentingan Amerika di sejumlah negara kawasan turut menjadi target. Beberapa lokasi yang disebut berada di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Dalam pernyataan terpisah, IRGC juga mengumumkan penargetan kapal induk Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln, serta sebuah kapal perusak Amerika di Samudra Hindia.

Pada Rabu, IRGC juga mengumumkan rencana serangan kritis terhadap pusat data Amerika terbesar di kawasan. Target yang disebut adalah pusat data milik Amazon di Bahrain. IRGC menyatakan serangan tersebut dimaksudkan untuk mengungkap dan menghentikan peran fasilitas itu dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen musuh.

Baca Juga: Analis Timur Tengah: Diangkatnya Mojtaba Khamenei Jadi Pimpinan Tertinggi Iran Berpotensi Evolusi Kepemimpinan Iran ke Sistem Dinasti

Menurut laporan resmi perusahaan, fasilitas tersebut mengalami kerusakan cukup signifikan. Kantor regional Amazon di Bahrain, yang beroperasi sejak 2019, dikenal sebagai gerbang layanan komputasi awan untuk negara-negara Teluk dan kawasan Asia Barat.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel yang mengonfirmasi seluruh klaim IRGC tersebut. Namun, eskalasi terbaru ini menandai peningkatan signifikan dalam konfrontasi langsung antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, serta memperluas potensi dampak konflik ke infrastruktur sipil dan ekonomi di kawasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi