Operasi Drone Mematikan dengan Target Geng Kriminal Haiti Tewaskan 1.243 Orang

AKURAT.CO Serangan drone yang dilakukan aparat keamanan Haiti bersama kontraktor swasta asal Amerika Serikat untuk menargetkan geng kriminal dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.243 orang. Di antara korban terdapat warga sipil tak bersenjata dan anak-anak.
Laporan tersebut dipublikasikan organisasi Human Rights Watch pada Selasa.
Menurut laporan itu, serangan drone dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah Haiti menghentikan perluasan wilayah kekuasaan geng kriminal di berbagai daerah.
Namun, Human Rights Watch menyebut sebagian operasi tersebut diduga merupakan pembunuhan di luar proses hukum.
“Puluhan warga Haiti biasa, termasuk banyak anak-anak, telah tewas dan terluka dalam operasi drone mematikan ini,” kata Direktur Amerika di Human Rights Watch, Juanita Goebertus.
Berdasarkan data dari berbagai sumber yang dianalisis organisasi itu, sedikitnya 1.243 orang tewas dalam 141 operasi serangan drone antara 1 Maret 2025 hingga 21 Januari.
Dari jumlah tersebut, setidaknya 43 orang dewasa dilaporkan bukan anggota kelompok kriminal, serta 17 anak-anak.
Baca Juga: AS Cabut Visa Dua Anggota Dewan Presiden Transisi Haiti dan Seorang Menteri
Selain korban tewas, sebanyak 738 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Setidaknya 49 di antaranya juga disebut tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok geng.
“Haiti harus segera mengendalikan aparat keamanan dan kontraktor swasta sebelum lebih banyak anak-anak terbunuh dalam serangan ini,” kata Goebertus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









