Akurat
Pemprov Sumsel

Pasukan Israel Tembak Mati 4 Orang dalam Satu Keluarga di Tepi Barat

Fitra Iskandar | 15 Maret 2026, 14:28 WIB
Pasukan Israel Tembak Mati 4 Orang dalam Satu Keluarga di Tepi Barat
Asap mengepul saat tentara Israel merobohkan sebuah rumah milik warga Palestina di Dura, Tepi Barat yang diduduki Israel, 14 Maret 2026. / Reuters

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan pasukan Israel menembak mati satu keluarga Palestina yang terdiri dari suami, istri, dan dua anak mereka di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki pada Minggu.

Bulan Sabit Merah Palestina juga melaporkan timnya menemukan jasad dua orang dewasa dan dua anak di dalam sebuah kendaraan yang diberondong tembakan oleh pasukan Israel di kota Tammun.

Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki laporan insiden tersebut setelah dimintai komentar oleh AFP.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah menyebutkan empat anggota keluarga tersebut dibawa ke Turkish Public Hospital in Tubas setelah ditembak oleh pasukan pendudukan di Tammun.

Korban terdiri dari seorang pria berusia 37 tahun, seorang perempuan berusia 35 tahun, serta dua anak laki-laki berusia lima dan tujuh tahun. Pihak rumah sakit menyatakan seluruh korban meninggal akibat luka tembak.

Kantor berita Palestina WAFA melaporkan dua anak lain dari pasangan tersebut, masing-masing berusia delapan dan 11 tahun, mengalami luka akibat serpihan peluru setelah pasukan Israel menembaki kendaraan keluarga itu pada Minggu dini hari.

Baca Juga: Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Kekerasan Meluas ke Tepi Barat

Otoritas Palestina dan United Nations menyatakan dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan serangan mematikan di wilayah Tepi Barat yang diduduki, sebagian besar dilakukan oleh pemukim Israel. Sejak awal Maret, sedikitnya lima warga Palestina dilaporkan tewas.

Militer Israel diketahui melancarkan operasi terhadap kelompok Palestina di wilayah utara Tepi Barat sejak November, termasuk di sekitar kota Tubas.

Secara lebih luas, kekerasan di West Bank—yang diduduki Israel sejak Six-Day War pada 1967—meningkat tajam sejak perang di Gaza Strip pecah pada Oktober 2023. Kekerasan tersebut terus berlanjut meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Berdasarkan perhitungan AFP yang mengacu pada data Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 1.045 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sejak perang Gaza dimulai, akibat aksi pasukan Israel maupun serangan pemukim.

Saat ini sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah tersebut, berdampingan dengan lebih dari 500.000 warga Israel yang menetap di permukiman dan pos-pos pemukiman di Tepi Barat, yang oleh hukum internasional dinilai ilegal.

Sumber: TRT World

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.