Pemukim Ilegal Israel ‘Adu Flexing’ Kekerasan Terhadap Warga Palestina dalam Grup Whatsapp

AKURAT.CO Kelompok pemukim ilegal Israel yang merampas lahan Palestina dilaporkan membanggakan aksi kekerasan terhadap warga Palestina melalui sebuah grup WhatsApp. Informasi ini terungkap dalam laporan media pada Jumat (20/3).
Media The Times of Israel menyebut para pemukim tersebut membagikan daftar serangan yang mereka lakukan selama bulan “Adar” dalam kalender Ibrani, yang berakhir pada Rabu.
Dalam grup WhatsApp bernama “News from Us”, para pemukim mengklaim telah menyerang kota Mikhmas, di timur laut Yerusalem Timur yang diduduki, sebanyak lima kali dalam satu bulan. Mereka juga mengaku melakukan tiga serangan di Masafer Yatta, wilayah selatan Tepi Barat, serta melakukan penyerbuan ke 26 desa Palestina.
Selain itu, mereka menyebut telah melukai 37 warga Palestina, membakar dua masjid, serta menghancurkan 16 rumah dan 19 kendaraan.
Serangan oleh pemukim ilegal Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki dilaporkan terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan tingkat kekerasan tersebut mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir sejak pencatatan dimulai.
Baca Juga: Hampir 200 Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Peningkatan eskalasi juga terjadi sejak Israel melancarkan serangan ke Gaza pada Oktober 2023. Sejak saat itu, penangkapan, penggerebekan, dan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ikut meningkat.
Militer Israel mendapat sorotan karena dinilai membiarkan aksi kekerasan yang dilakukan pemukim ekstremis. Dalam sejumlah kasus, pasukan juga disebut bertindak bersama para pemukim, serta melakukan pelanggaran dengan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina, yang memperburuk ketegangan dan memicu kekerasan lanjutan di wilayah tersebut.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









