Kanada Kecam Rencana Israel Kuasai Wilayah Lebanon Selatan

AKURAT.CO Pemerintah Kanada mengecam keras rencana otoritas Israel untuk menduduki wilayah di Lebanon selatan. Ottawa menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah Kementerian Luar Negeri Kanada di platform X pada Rabu, pemerintah Kanada menyatakan solidaritasnya terhadap pemerintah dan rakyat Lebanon.
Kanada juga mendesak semua pihak untuk melindungi warga sipil, tidak menargetkan infrastruktur, tenaga kesehatan, maupun pasukan penjaga perdamaian, serta bertindak sesuai hukum internasional.
Pernyataan itu juga menyoroti serangan milisi Hezbollah terhadap Israel yang diminta untuk dihentikan. Kanada menegaskan kelompok tersebut perlu dilucuti sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot pada Selasa menyerukan agar Israel tidak mengirim pasukan untuk menguasai wilayah Lebanon selatan. Ia memperingatkan langkah tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, sebagaimana dilaporkan media Prancis.
Sumber: Sana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








