Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 15 Poin AS: Kami yang Memberi Syarat untuk Mengakhiri Perang!

AKURAT.CO Media pemerintah Press TV melaporkan Iran menolak proposal gencatan senjata 15 poin yang diajukan Amerika Serikat. Penolakan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat anonim, Rabu (25/3).
“Iran akan mengakhiri perang ketika kami memutuskan dan ketika syarat kami sendiri terpenuhi,” ujar pejabat tersebut seperti dikutip Press TV.
Sebelumnya, dua pejabat dari Pakistan memaparkan garis besar proposal AS. Rencana itu mencakup pelonggaran sanksi, pembatasan program nuklir Iran, pengendalian pengembangan rudal, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima distribusi minyak dunia.
Seorang pejabat dari Mesir yang terlibat dalam mediasi menyebutkan proposal tersebut juga mencakup pembatasan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata.
Sebagai tanggapan, Iran melalui Press TV menawarkan rencana tandingan lima poin. Usulan itu meliputi penghentian pembunuhan pejabat Iran, jaminan tidak ada perang lanjutan terhadap Iran, kompensasi perang, penghentian permusuhan, serta pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Iran Maju, AS Ajukan Proposal 15 Poin
Iran juga menyatakan masih sangat tidak percaya terhadap Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan negaranya memiliki pengalaman buruk dalam diplomasi dengan AS, termasuk serangan yang terjadi di tengah pembicaraan tingkat tinggi.
“Kami memiliki pengalaman yang sangat katastrofik dengan diplomasi AS,” kata Baghaei.
Di sisi lain, kabar potensi negosiasi turut menekan harga minyak global. Minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah 100 dolar AS per barel, meski masih naik sekitar 35 persen sejak awal konflik.
Para ekonom memperingatkan, tingginya harga energi berpotensi memicu dampak luas, mulai dari kenaikan harga pangan hingga peningkatan suku bunga kredit perumahan.
Lonjakan harga minyak juga dipengaruhi oleh kendali Iran atas Selat Hormuz. Iran menegaskan jalur tersebut tetap terbuka, kecuali bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya.
Sementara itu, militer Amerika Serikat terus memperkuat kehadirannya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan sekitar 1.000 pasukan lintas udara dari Divisi Lintas Udara ke-82. Pentagon juga tengah menyiapkan pengerahan dua unit Marinir tambahan yang akan membawa sekitar 5.000 personel serta ribuan pelaut ke wilayah tersebut.
Di lapangan, Iran masih terlibat saling serang dengan Israel dan wilayah Teluk Persia. Salah satu serangan dilaporkan memicu kebakaran di Bandara Internasional Kuwait.
Di Israel, sirene peringatan rudal kembali berbunyi sejak pagi hari, menjadi kejadian harian sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Militer Israel menyatakan telah memulai serangan besar baru pada Rabu dini hari yang menargetkan infrastruktur pemerintah Iran. Saksi mata melaporkan adanya serangan udara di kota Qazvin, Iran bagian barat laut.
Sumber: Morningstaronline
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









