Akurat
Pemprov Sumsel

Serangan Iran Lukai 12 Tentara AS di Arab Saudi, Sejumlah Pesawat Rusak

Fitra Iskandar | 28 Maret 2026, 11:24 WIB
Serangan Iran Lukai 12 Tentara AS di Arab Saudi, Sejumlah Pesawat Rusak
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Foto: AP

AKURAT.CO Sebanyak 12 tentara Amerika Serikat terluka, termasuk dua dalam kondisi serius, akibat serangan militer Iran ke Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah pesawat militer AS.

Pejabat AS pada Jumat (27/3/2026) menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone. Insiden ini menambah jumlah korban luka dari pihak militer AS menjadi lebih dari 300 orang sejak konflik dengan Iran dimulai pada 28 Februari.

Serangan terbaru terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah “dihancurkan”, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut kemampuan militer Iran telah dilumpuhkan secara efektif.

Pangkalan Udara Prince Sultan sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Iran. Pada 1 Maret, seorang tentara AS, Sersan Benjamin N. Pennington (26), terluka dalam serangan serupa dan meninggal beberapa hari kemudian. Ia termasuk dalam 13 personel militer AS yang tewas sejak konflik berlangsung.

Citra satelit yang beredar di media sosial menunjukkan kerusakan pada pesawat akibat serangan terbaru tersebut. Laporan awal insiden ini juga disampaikan oleh The Wall Street Journal.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut sebagian besar dari lebih dari 300 personel yang terluka telah kembali bertugas, namun sekitar 30 orang masih tidak aktif, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius.

Di tengah eskalasi, pemerintah AS disebut menawarkan rencana gencatan senjata kepada Iran melalui Pakistan sebagai mediator. Namun, Teheran membantah adanya negosiasi.

Situasi juga memanas di Selat Hormuz, di mana langkah Iran mengendalikan jalur tersebut memicu lonjakan harga energi global. Meski demikian, Iran menyatakan bersedia memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan komoditas pertanian melalui jalur tersebut.

Sementara itu, Pentagon dilaporkan tengah menyiapkan pengiriman sedikitnya 1.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Dua unit Marinir tambahan juga disiapkan, yang akan menambah sekitar 5.000 marinir dan ribuan personel angkatan laut di kawasan.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan tujuan militer AS dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat.

“Kami selalu siap memberikan presiden berbagai opsi untuk menyesuaikan langkah terhadap situasi yang berkembang,” ujar Rubio usai pertemuan Menteri Luar Negeri G7 di Prancis.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.