AS-Israel Serang Universitas, Iran: Musuh Bungkam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

AKURAT.CO Pemerintah Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan sejumlah universitas di negaranya. Teheran menilai aksi tersebut sebagai bentuk permusuhan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan penargetan pusat pendidikan dan riset menunjukkan sikap bermusuhan Washington dan Tel Aviv terhadap perkembangan ilmiah Iran.
“Menargetkan universitas dan pusat ilmiah bukanlah praktik lazim dalam konflik bersenjata, kecuali jika pihak penyerang berada dalam keputusasaan dan mengira dapat menghentikan kemajuan ilmu pengetahuan dengan menghancurkan fasilitas fisik,” ujar Baghaei dalam pernyataan tertulis, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Daftar Negara yang Kapalnya Boleh Lewat Selat Hormuz, Indonesia Masih Dilarang dengan Alasan Ini!
Pernyataan itu disampaikan menyusul pemboman terhadap Universitas Teknologi Isfahan pada Rabu serta serangan terhadap Universitas Sains dan Teknologi Teheran pada Jumat.
Baghaei menyebut serangan tersebut justru menjadi bukti bahwa kemajuan sains dan teknologi Iran bertumpu pada kapasitas generasi muda dan kemampuan dalam negeri. Ia menegaskan ilmu pengetahuan tidak bergantung pada infrastruktur semata, melainkan pada sumber daya manusia dan peradaban yang telah lama berkembang di Iran.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi bukan komoditas impor. Ia tumbuh dari kapasitas dalam negeri dan peradaban kuno yang berkontribusi bagi masyarakat internasional,” katanya.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan universitas-universitas Israel dan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat dapat menjadi target balasan setelah serangan terhadap institusi pendidikan di Iran.
Baca Juga: Daftar Negara yang Kapalnya Boleh Lewat Selat Hormuz, Indonesia Masih Dilarang dengan Alasan Ini!
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat terkait tuduhan tersebut. Situasi ini menambah eskalasi ketegangan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dan koalisi AS-Israel.
Pengamat menilai penargetan fasilitas pendidikan berpotensi memperluas spektrum konflik dan memicu respons lebih lanjut dari Teheran, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









