Hezbollah Klaim Luncurkan 40 Serangan ke Target Israel dalam 24 Jam Terakhir

AKURAT.CO Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, mengklaim telah melancarkan 40 serangan terhadap target militer Israel dalam 24 jam terakhir. Serangan tersebut menyasar pangkalan, permukiman, serta pasukan Israel di berbagai wilayah.
Dalam sejumlah pernyataan yang dipantau Anadolu, Hezbollah menyebut operasi itu dilakukan sebagai bentuk “pembelaan terhadap Lebanon dan rakyatnya”.
Serangan mencakup rentetan roket dan serangan drone yang menargetkan wilayah Metula, Dovev, Kiryat Shmona, Yir’on, dan Nahariya di Israel utara. Selain itu, kelompok tersebut juga menyerang lokasi Ghajar, barak Shomera, dan situs Mishmar HaCarmel di selatan Haifa, termasuk pangkalan angkatan laut Haifa.
Hezbollah juga mengaku menembakkan “roket canggih” ke pangkalan Glilot dekat Tel Aviv, yang menjadi markas Unit 8200, unit intelijen militer Israel.
Serangan lainnya diarahkan ke pangkalan Filon di selatan Rosh Pinna, infrastruktur militer di kawasan Krayot di utara Haifa, serta konsentrasi pasukan Israel di dekat Naqoura dan sepanjang perbatasan Lebanon.
Baca Juga: Konflik Hezbollah-Israel, Parlemen Lebanon Tunda Pemilu Legislatif Selama Dua Tahun
Di Lebanon selatan, Hezbollah menyatakan telah menargetkan konsentrasi pasukan dan kendaraan Israel di sejumlah kota perbatasan, termasuk Adaisseh, Deir Siryan, Ainata, dan Bayyada, dengan klaim mengenai serangan tepat sasaran.
Kelompok itu juga mengklaim menghancurkan sejumlah tank Merkava milik Israel serta menyerang pasukan Israel di dalam rumah-rumah di wilayah Beit Lif dan Ainata.
Sementara itu, Israel terus menggempur Lebanon melalui serangan udara dan melancarkan operasi darat di wilayah selatan sejak serangan lintas batas oleh Hezbollah pada 2 Maret.
Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 1.247 orang tewas dan 3.690 lainnya luka-luka akibat serangan Israel tersebut.
Eskalasi konflik ini terjadi di tengah ofensif bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang sejak 28 Februari.
Iran membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









