Kantor Presiden: Selat Hormuz akan Tetap Ditutup hingga Iran Menerima Kompensasi Kerusakan akibat Perang

AKURAT.CO Angkatan Laut Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resmi di platform X pada Senin pagi.
Dalam pernyataan itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut tengah menyelesaikan persiapan operasional untuk membentuk “tatanan baru di Teluk Persia”. Iran menegaskan bahwa perubahan di kawasan tersebut akan bersifat permanen, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, Deputi Komunikasi Kantor Presiden Iran, Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, menyampaikan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kompensasi atas kerusakan akibat perang. Ia juga mengkritik Presiden AS Donald Trump terkait pernyataannya soal pembukaan jalur tersebut.
Iran saat ini masih mengizinkan sejumlah kapal asing melintas di Selat Hormuz, namun dengan tarif tinggi yang dalam beberapa kasus mencapai jutaan dolar.
Di sisi lain, Irak mulai bersiap mengantisipasi dampak situasi tersebut. Perusahaan pemasaran minyak negara, SOMO, meminta para pelanggannya untuk segera mengirimkan jadwal pengangkutan minyak mentah dalam waktu 24 jam.
Dalam dokumen tertanggal 5 April, SOMO menegaskan seluruh terminal pemuatan, termasuk Basrah Oil Terminal, tetap beroperasi normal dan siap menjalankan kontrak ekspor tanpa pembatasan.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Kembali
Langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa Iran memberikan pengecualian bagi Irak untuk tetap mengekspor minyak melalui Selat Hormuz.
Pemulihan ekspor minyak diharapkan dapat membantu Irak meningkatkan produksi, yang sebelumnya turun menjadi sekitar 800 ribu barel per hari bulan lalu.
Namun, pelaku pasar menilai masih ada ketidakpastian, terutama terkait keamanan pelayaran di kawasan tersebut di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









