Akurat
Pemprov Sumsel

Militer Nigeria Selamatkan 31 Sandera Serangan di Gereja saat Perayaan Paskah, Lima Orang Tewas

Fitra Iskandar | 6 April 2026, 18:59 WIB
Militer Nigeria Selamatkan 31 Sandera Serangan di Gereja saat Perayaan Paskah, Lima Orang Tewas
Militer Nigeria Selamatkan 31 Sandera Serangan di Gereja, Lima Orang Tewas. Foto: AFP

AKURAT.CO Militer Nigeria menyatakan berhasil menyelamatkan 31 warga sipil yang disandera dalam serangan terhadap sebuah gereja pada Minggu pagi waktu setempat. Serangan tersebut terjadi di wilayah barat laut negara itu.

Dalam insiden yang berlangsung saat perayaan Paskah di Ariko, Negara Bagian Kaduna, sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata. Seorang pejabat gereja sebelumnya menyebut jumlah korban tewas mencapai tujuh orang.

Militer menyebut pasukan terlibat dalam baku tembak sengit dengan para penyerang hingga memaksa mereka melarikan diri dan meninggalkan para sandera serta jenazah korban di lokasi.

Serangan dan penculikan untuk tebusan merupakan kejadian yang kerap terjadi di wilayah utara Nigeria, seiring meningkatnya ancaman dari kelompok jihad dan geng bersenjata yang dikenal sebagai bandit.

Meski militer menyatakan telah merespons dengan cepat, media lokal melaporkan sejumlah warga menyebut para pelaku sempat beroperasi cukup lama tanpa perlawanan.

Pejabat militer menyatakan para pelaku yang melarikan diri diduga mengalami korban luka cukup besar, yang terlihat dari jejak darah di sepanjang jalur pelarian mereka. Pasukan tambahan juga telah dikerahkan untuk memburu kelompok tersebut dan memperkuat keamanan di wilayah terdampak.

Militer mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu operasi penegakan keamanan terhadap kelompok-kelompok bersenjata.

Dalam insiden terpisah, militer Nigeria dilaporkan menewaskan 65 anggota kelompok bandit dalam operasi di Negara Bagian Zamfara, beberapa hari setelah penculikan massal terjadi di wilayah tersebut. Polisi sebelumnya mengonfirmasi adanya penculikan warga desa dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyoroti kondisi keamanan dan perlindungan terhadap komunitas Kristen di Nigeria. Washington mendesak pemerintah Nigeria meningkatkan upaya pengamanan.

Trump juga pernah menyebut adanya “genosida terhadap umat Kristen” di Nigeria, namun tudingan tersebut dibantah pemerintah Nigeria yang menyatakan bahwa korban serangan mencakup berbagai kelompok agama.

Pada Februari lalu, pasukan AS dikerahkan ke Nigeria untuk melatih militer setempat serta memberikan dukungan intelijen dalam menghadapi kelompok militan Islamis dan kelompok bersenjata lainnya.

Sumber: BBC

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.