Ukraina Resmi Mengusulkan Gencatan Serangan Energi kepada Rusia

AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Kyiv telah secara resmi mengajukan penghentian timbal balik serangan terhadap infrastruktur energi kepada Rusia.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Zelensky mengatakan Ukraina siap menghentikan serangan ke sektor energi Rusia jika Moskow melakukan hal serupa.
“Jika Rusia siap menghentikan serangan terhadap sektor energi kami, kami juga siap merespons dengan cara yang sama. Ini adalah proposal kami yang telah disampaikan melalui pihak Amerika Serikat, dan pihak Rusia telah menerimanya,” ujarnya.
Usulan tersebut muncul di tengah berlanjutnya serangan kedua negara terhadap jaringan listrik dan fasilitas energi masing-masing yang menyebabkan pemadaman luas serta berdampak pada kehidupan sipil.
Jaminan Keamanan Jadi Kunci Perdamaian
Zelensky menambahkan, Ukraina saat ini bekerja secara intensif dengan Amerika Serikat untuk menyiapkan dokumen dan proposal terkait jaminan keamanan.
Menurutnya, jaminan keamanan merupakan kunci untuk mengakhiri perang secara permanen dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. “Jaminan keamanan adalah kunci untuk benar-benar mengakhiri perang, mencapai perdamaian yang langgeng, serta menciptakan kondisi politik dan hukum yang diperlukan,” kata Zelensky.
Ia juga menegaskan bahwa Kyiv terus berkomunikasi setiap hari dengan Washington di berbagai tingkatan guna memastikan tercapainya hasil konkret.
Skeptisisme Diplomasi dan Gangguan Konflik Lain
Meski demikian, Zelensky mengakui adanya skeptisisme terhadap proses diplomasi dalam perang dengan Rusia. Ia menyebut hasil dari upaya tersebut sangat bergantung pada semua pihak yang terlibat.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat menggelar beberapa putaran perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat. Namun, proses tersebut terhenti setelah Washington melancarkan operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Türkiye yang selama ini berperan sebagai mediator—termasuk menjadi tuan rumah perundingan langsung di Istanbul serta memfasilitasi kesepakatan ekspor gandum Laut Hitam—terus mendorong kedua pihak untuk memanfaatkan peluang gencatan senjata sebagai langkah deeskalasi.
Ankara juga menyerukan agar kemajuan sekecil apa pun dalam upaya penghentian konflik dapat dijadikan dasar untuk mencapai perdamaian, di tengah perhatian global yang terbagi antara konflik di Eropa dan Timur Tengah.
Sumber: Yeni Safak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







