AS Sepakat Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Dicibir Analis: Putin Tersenyum!

AKURAT.CO Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan menuai beragam tanggapan dari kalangan pengamat dan analis politik. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut memunculkan pertanyaan baru terkait posisi strategis Washington.
Laporan The New York Times mengungkapkan, kesepakatan itu mencakup komitmen AS untuk tidak kembali menyerang Iran serta rencana pelonggaran sanksi terhadap sektor minyak Iran, termasuk kebijakan yang telah berlaku sejak era Presiden George W. Bush.
Menanggapi hal itu, mantan anggota Kongres dari Partai Republik Adam Kinzinger menyampaikan kritik keras terhadap keputusan Presiden Donald Trump.
“Wow. Bencana terbesar dari seorang presiden yang pernah ada!” tulisnya melalui platform X.
Sementara itu, jurnalis investigasi Scott Stedman menilai kesepakatan tersebut berpotensi menguntungkan pihak lain di panggung geopolitik global.
“Putin tersenyum,” tulisnya.
Pandangan serupa datang dari pendiri Saratoga Strategies Josh Schwerin. Ia mengapresiasi adanya penghentian sementara konflik, namun mempertanyakan hasil yang diperoleh Amerika Serikat.
“Saya tentu senang ada gencatan senjata, tetapi… rasanya seperti kita yang kalah?” ujarnya.
Di tengah kritik tersebut, pemerintah AS tetap memandang kesepakatan ini sebagai langkah menuju deeskalasi. Trump sebelumnya menyatakan bahwa penundaan serangan dilakukan karena target militer telah tercapai dan peluang perdamaian semakin terbuka.
“Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer,” kata Trump dalam pernyataannya.
Kesepakatan ini juga mencakup syarat pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, yang dinilai krusial bagi stabilitas jalur perdagangan global.
Sumber: Rawstory
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








