Akurat
Pemprov Sumsel

Wapres AS Peringatkan Iran, Sebut Masih Ada “Senjata Mematikan” yang Belum Digunakan

Fitra Iskandar | 8 April 2026, 10:21 WIB
Wapres AS Peringatkan Iran, Sebut Masih Ada “Senjata Mematikan” yang Belum Digunakan
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance. Foto: Ist

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ia menyatakan Washington masih memiliki “arsenal alat mematikan” yang belum digunakan, namun dapat diaktifkan sewaktu-waktu.

Pernyataan itu disampaikan Vance kepada wartawan saat dalam perjalanan menuju Hungaria, Selasa (7/4/2026). Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar target militer di lapangan telah tercapai, sementara proses negosiasi intensif masih berlangsung menjelang batas waktu yang ditetapkan pemerintah AS.

Vance menyebut aktivitas diplomasi kini berjalan di balik layar menjelang tenggat pukul 20.00 waktu Timur AS atau Rabu dini hari waktu Teheran.

Ia menegaskan Iran perlu memahami keseriusan situasi yang dihadapi. “Mereka harus tahu bahwa kami memiliki berbagai alat yang belum kami putuskan untuk digunakan. Presiden Amerika Serikat dapat mengaktifkannya kapan saja,” ujarnya.

Meski demikian, Vance tidak merinci bentuk “alat” yang dimaksud, sehingga memicu spekulasi terkait kemungkinan penggunaan kemampuan militer maupun teknologi canggih oleh Washington.

Baca Juga: Wakil Presiden AS JD Vance Tidak Mendukung Perang Iran, Membelot dari Trump?

Peringatan tersebut sejalan dengan sikap Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengancam akan meningkatkan serangan jika tidak tercapai kesepakatan. Trump bahkan menyebut situasi ini bisa berujung pada “akhir dari sebuah peradaban” jika konflik tidak segera dihentikan dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Sejumlah pengamat menilai istilah “alat yang belum digunakan” dapat merujuk pada kemampuan siber tingkat lanjut yang mampu melumpuhkan sistem negara, atau teknologi non-konvensional yang menargetkan infrastruktur strategis Iran.

Dengan semakin dekatnya tenggat waktu, perhatian dunia kini tertuju pada apakah jalur diplomasi mampu meredakan situasi, atau justru konflik akan meningkat dalam waktu singkat seperti yang diperingatkan Washington.

Sumber: Voiceofemirates

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.