Ribuan Warga Israel Demo Tuntut Hentikan Perang dengan Iran!

AKURAT.CO Ribuan warga Israel menggelar aksi demonstrasi besar di Tel Aviv, Sabtu (11/4/2026), sebagai bentuk protes terhadap perang dengan Iran yang dinilai berdampak luas pada masyarakat.
Aksi juga menyoroti isu dugaan korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta kebijakan reformasi peradilan yang dianggap merugikan publik.
Massa aksi memadati Habima Square sambil membawa poster dan meneriakkan slogan “Damai, kebebasan, keadilan sosial”. Aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah bentrokan.
Salah satu peserta aksi, Alon Lee Green, menyebut jumlah demonstran mencapai 10 ribu orang. Namun, media Israel Haaretz melaporkan jumlah peserta sekitar 2 ribu orang. Angka tersebut tetap melampaui batas maksimal 1.000 orang yang diizinkan pemerintah dalam situasi keamanan saat ini.
Baca Juga: Trump Ngamuk Lagi! Ancam Blokade Selat Hormuz dan Hancurkan Iran!
Berdasarkan laporan Haaretz yang dikutip The Times of Israel, tiga orang sempat ditangkap karena melewati garis polisi. Namun, mereka dibebaskan satu jam kemudian karena pelanggaran dinilai tidak berat.
Dalam aksi tersebut, kritik juga diarahkan kepada kubu oposisi. Salah satu peserta, Ayman Odeh, menilai oposisi tidak cukup kuat menghadapi kebijakan pemerintah yang terus terlibat konflik.
“Saya percaya bahwa Anda tidak membutuhkan kemitraan Yahudi-Arab untuk perang. Namun, Anda membutuhkan kemitraan Yahudi-Arab untuk perdamaian. Kita memiliki masalah, yaitu kita memiliki oposisi yang lemah yang tidak menawarkan alternatif moral kepada pemerintah. Alternatif moral bagi pemerintah ini adalah perdamaian,” ujar Odeh kepada media.
Sementara itu, situasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dilaporkan mulai mereda setelah Presiden AS Donald J. Trump menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran pada 7 April 2026. Kesepakatan tersebut tercapai setelah lebih dari satu bulan serangan militer berlangsung.
Baca Juga: Donald Trump Nonton UFC di Tengah Delegasinya Negosiasi dengan Iran
Amerika Serikat dan Iran juga telah menggelar negosiasi selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, guna membahas kemungkinan perdamaian permanen. Namun, perundingan dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan final.
“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan. Saya pikir, itu merupakan kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Wakil Presiden AS, JD Vance, usai pertemuan dengan perwakilan Iran.
Hingga kini, proses negosiasi masih menghadapi kebuntuan, sementara tekanan publik di Israel terhadap penghentian perang terus menguat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










