IMF: Perang Iran Tekan Ekonomi Global, Harga Minyak Kembali Tembus US$100 per Barel

AKURAT.CO Perang di Timur Tengah telah berlangsung selama 43 hari dan menimbulkan kerusakan yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pemulihan.
Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menyatakan dampak perang Iran terhadap perekonomian global sudah tidak terhindarkan. Hal itu disampaikan dalam wawancara di program “Face the Nation” di CBS News pada Minggu.
Georgieva memaparkan sejumlah dampak terhadap sektor energi, mulai dari kapal tanker yang tertahan dan tidak dapat mencapai tujuan, puluhan infrastruktur energi di kawasan Teluk yang rusak, hingga serangan rudal dan drone ke ladang gas Qatar yang diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki.
“Dampak krisis ini akan terasa sepanjang tahun, namun jika perdamaian tercapai, kondisi berpotensi membaik lebih cepat,” ujarnya.
Harapan perdamaian sempat muncul pada Selasa malam pekan lalu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan Iran. Kesepakatan tersebut sempat meredakan kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, inflasi, serta risiko resesi di AS.
Pasar merespons positif kabar tersebut. Pada Selasa, indeks saham menguat, sementara imbal hasil obligasi dan harga minyak turun. Minyak mentah Brent ditutup di level US$94,50 per barel, sedangkan West Texas Intermediate berada di US$95,98 per barel.
Namun, negosiasi kembali gagal pada Minggu. Trump kemudian mengumumkan blokade di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi energi global. Harga minyak pun melonjak menembus US$100 per barel saat pasar dibuka kembali pukul 18.00 waktu New York.
“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memulai proses blokade terhadap seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di akun Truth Social, Minggu.
Konflik yang terus berlanjut juga mendorong kenaikan harga bahan bakar. Pada 31 Maret, harga bensin rata-rata tercatat mencapai US$4 per galon.
Sumber: CBS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






