Warganya Tewas di Lebanon Selatan, Kanada Desak Israel Hentikan Serangan

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan seorang warga negaranya tewas di Lebanon selatan, Senin (14/4/2026), dan mendesak Israel menghentikan serangan militernya.
“Hari ini saya mendapat informasi mengenai kematian seorang warga Kanada di Lebanon selatan,” ujar Anand dalam pernyataan resmi, seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan komunitas korban.
Ia menambahkan, pemerintah Kanada telah berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk memberikan bantuan konsuler yang diperlukan.
Anand juga menegaskan dukungan Kanada terhadap upaya pemerintah Lebanon dalam memulihkan otoritas negara, termasuk melalui pelucutan senjata kelompok Hezbollah.
“Kami menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangan dan mendorong Israel serta Lebanon mencapai solusi diplomatik yang berkelanjutan guna mengakhiri konflik,” katanya.
Anand tidak mengungkap identitas korban maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Namun, media publik Kanada melaporkan korban adalah Mohamad Hassan Haidar (38), warga Ontario dan ayah lima anak, yang tewas pekan lalu saat mencoba menolong seseorang di tengah serangan drone.
Dewan Nasional Muslim Kanada menyebut Haidar tewas akibat serangan Israel.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 34 orang tewas dan 174 lainnya luka-luka dalam serangan Israel dalam 24 jam terakhir. Total korban tewas sejak 2 Maret mencapai 2.089 orang, dengan 6.762 lainnya terluka.
Militer Israel memperluas operasi udara dan darat di Lebanon sejak serangan lintas perbatasan oleh Hezbollah pada 2 Maret, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









