Trump Klaim Iran Setuju Serahkan Uranium, Negosiasi Damai Disebut Hampir Tercapai

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan damai. Trump mengklaim Iran telah menyetujui penyerahan uranium yang diperkaya—isu utama dalam perundingan kedua negara.
“Kemungkinan besar kita akan mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan, Kamis (16/4/2026). Ia menambahkan, Iran telah setuju menyerahkan ‘debu nuklir’, istilah yang ia gunakan untuk menyebut stok uranium yang diperkaya.
Namun, Trump tidak merinci mekanisme penyerahan tersebut, sementara pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengancam akan melanjutkan serangan udara dan mempertahankan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran jika Teheran menolak kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang pecah pada 28 Februari.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan ancaman tersebut. “Jika Iran membuat pilihan yang salah, maka mereka akan menghadapi blokade dan pemboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi,” ujarnya.
Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB menyatakan Teheran “berhati-hati namun optimistis” terhadap pembicaraan damai dengan Amerika Serikat dan berharap tercapai “hasil yang berarti”.
Upaya diplomasi juga melibatkan Pakistan. Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir bertemu Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di Teheran untuk mendorong kelanjutan perundingan, setelah putaran pertama pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.
Gedung Putih sebelumnya menyebut pembicaraan lanjutan kemungkinan besar digelar di Islamabad, meski belum ada jadwal pasti.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran ditawari “kesepakatan besar” untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan sengketa panjang terkait program nuklirnya.
Iran menegaskan program nuklirnya bersifat damai dan menyebut hak untuk memperkaya uranium sebagai hal yang “tidak dapat diganggu gugat”, meski tingkat pengayaan dinilai masih bisa dinegosiasikan.
Di tengah dinamika tersebut, situasi kawasan tetap tegang. Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz—jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia—terganggu sejak dimulainya operasi militer AS dan Israel, serta kini menjadi fokus blokade Washington.
Komando Pusat AS mengklaim telah menghentikan aktivitas perdagangan laut Iran dengan memaksa 13 kapal berbalik arah dari pelabuhan Iran. Washington juga menjatuhkan sanksi baru terhadap sektor minyak Iran yang disebut menyasar elite pemerintahan.
Sebagai respons, pejabat militer Iran memperingatkan akan menghentikan seluruh ekspor dan impor di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah jika tekanan terus berlanjut. Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran juga mengancam akan menenggelamkan kapal Amerika jika Washington mencoba mengendalikan jalur pelayaran tersebut.
Di perkembangan terpisah, gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku. Trump mengatakan ia memperkirakan para pemimpin kedua negara akan datang ke Gedung Putih dalam “empat atau lima hari” ke depan.
Meski demikian, situasi di lapangan masih rapuh. Militer Israel melaporkan tetap melancarkan serangan terhadap peluncur roket Hizbullah setelah adanya tembakan dari wilayah Lebanon menjelang dimulainya gencatan senjata.
Sumber: Hurriyetdailynews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







