Soal Selat Hormuz, Trump Klaim Iran Rugi Rp8 Triliun Sehari tetapi Lebih Pilih Jaga Gengsi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran ingin mempertahankan penutupan Selat Hormuz demi “menjaga muka” di tengah ketegangan yang berlangsung.
Dalam pernyataan di platform Truth Social pada Selasa malam, Trump mengatakan Iran sebenarnya tidak menginginkan selat tersebut ditutup.
“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin tetap terbuka agar bisa menghasilkan USD500 juta per hari (yang berarti itulah yang mereka hilangkan jika ditutup!). Mereka hanya mengatakan ingin menutupnya karena saya telah memblokadenya sepenuhnya, jadi mereka hanya ingin ‘menjaga muka’,” ujar Trump.
Ia juga mengklaim bahwa ada pihak yang menyampaikan kepadanya beberapa hari sebelumnya bahwa Iran ingin segera membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
“Empat hari lalu seseorang mendatangi saya dan mengatakan, ‘Tuan, Iran ingin membuka selat itu segera.’ Namun jika kita melakukannya, tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan sisa negara mereka, termasuk para pemimpinnya,” lanjutnya.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memberi waktu bagi Teheran menyiapkan “proposal terpadu”, menyusul permintaan dari pejabat Pakistan.
Dalam unggahan terpisah, Trump juga menyatakan kondisi ekonomi Iran tengah memburuk.
“Iran sedang runtuh secara finansial! Mereka ingin Selat Hormuz segera dibuka—kehabisan uang!” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa Iran diperkirakan kehilangan sekitar USD500 juta per hari akibat situasi tersebut.
“Militer dan polisi mengeluh karena tidak dibayar. SOS!!!” tambahnya.
Sementara itu, Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada 11–12 April setelah memediasi gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 8 April dan dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington, DC.
Upaya untuk menggelar putaran negosiasi berikutnya masih berlangsung, meskipun ketidakpastian tetap membayangi proses diplomasi tersebut.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







