Popularitas Donald Trump Anjlok di Tengah Perang Melawan Iran

AKURAT.CO Popularitas Presiden Donald Trump dilaporkan anjlok dan mengalami penurunan tajam di tengah tekanan perang melawan Iran serta kondisi ekonomi domestik yang belum stabil.
CNN pada Kamis, 23 April 2026 pukul 05.34 WIB, melaporkan bahwa sejumlah hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan tingkat dukungan publik terhadap Trump merosot ke kisaran 30 persen—menjadi salah satu titik terendah selama masa jabatannya.
Data survei yang dikutip dari berbagai lembaga memperlihatkan tren penurunan yang konsisten. Survei Reuters-Ipsos mencatat tingkat persetujuan sebesar 36 persen, sementara Strength in Numbers-Verasight berada di angka 35 persen dan AP-NORC sebesar 33 persen. Bahkan, delapan dari sembilan jajak pendapat utama menunjukkan posisi Trump berada pada level yang sama rendahnya.
Baca Juga: Menteri Angkatan AS Dicopot di Tengah Perang Melawan Iran
Tak hanya tingkat dukungan yang turun, angka ketidakpuasan publik terhadap Trump juga melonjak signifikan. Rata-rata penolakan kini mencapai sekitar 62 persen, mencerminkan meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya.
Angka ini bahkan melampaui periode krisis sebelumnya, termasuk masa awal pemerintahannya pada 2017 dan pasca peristiwa January 6 United States Capitol attack. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan politik yang dihadapi Trump saat ini semakin berat dan meluas.
Penurunan popularitas ini disebut semakin tajam sejak pecahnya konflik dengan Iran. Isu perang menjadi salah satu faktor utama yang menggerus kepercayaan publik.
Mayoritas warga Amerika Serikat dilaporkan tidak setuju dengan cara pemerintah menangani konflik tersebut. Sekitar dua pertiga responden dalam survei menyatakan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri Trump, yang dinilai memperburuk ketegangan global.
Selain itu, konflik ini juga berdampak pada persepsi publik terhadap stabilitas keamanan internasional yang semakin tidak menentu.
Baca Juga: Harga Plastik Melambung Imbas Perang As-Iran, Wamendag Cari Alternatif Pemasok
Di samping faktor geopolitik, tekanan ekonomi domestik turut mempercepat penurunan popularitas Trump. Inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta ketidakpastian pasar menjadi keluhan utama masyarakat.
Kombinasi antara kebijakan luar negeri yang kontroversial dan kondisi ekonomi yang belum pulih membuat posisi politik Trump semakin tertekan. Sejumlah analis bahkan menilai situasi ini mendekati level krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Dengan tren penurunan yang terus berlanjut, masa depan politik Trump kini menjadi sorotan, terutama di tengah dinamika perang dan tantangan ekonomi yang belum mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









