Trump Umumkan AS dan Israel-Lebanon Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata Tiga Pekan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata dengan kelompok militan Hizbollah selama tiga pekan, menyusul perundingan di Gedung Putih, Kamis (23/4/2026) waktu setempat.
Trump menyebut pertemuan antara duta besar Israel dan Lebanon untuk AS—yang merupakan pertemuan kedua dalam sepekan terakhir—berlangsung “sangat baik”. Namun, dalam pertemuan di Oval Office, ia mengakui bahwa kedua pihak “masih harus mempertimbangkan Hizbollah”.
Kelompok yang didukung Iran tersebut menolak perundingan. Sejak gencatan senjata awal berlaku pada Jumat pekan lalu, kedua pihak dilaporkan beberapa kali melakukan pelanggaran.
Meski demikian, perundingan ini menjadi kontak diplomatik langsung pertama dalam beberapa dekade antara Israel dan Lebanon—dua negara yang secara resmi masih berperang sejak berdirinya Israel pada 1948. Gencatan senjata awal berdurasi 10 hari sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Senin.
“Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi diri dari Hizbollah,” kata Trump dalam unggahan media sosial. Ia juga menyatakan berharap dapat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Washington dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menegaskan Israel memiliki hak untuk membela diri. “Jika mereka ditembaki, mereka berhak membalas, dan mereka akan melakukannya,” ujarnya kepada wartawan.
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menyampaikan harapan agar perdamaian dapat segera diformalkan. “Kami berharap bersama, di bawah kepemimpinan Anda, kita dapat meresmikan perdamaian antara Israel dan Lebanon dalam waktu dekat,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Moawad, mengapresiasi upaya Trump. “Terima kasih atas seluruh upaya Anda untuk membantu dan mendukung Lebanon,” ujarnya. Ia juga menyinggung slogan Trump, “Dengan bantuan dan dukungan Anda, kami yakin dapat membuat Lebanon kembali hebat.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







