Trump Enggan Akui Akan Akhiri Perang Karena Isu Pemilu: Itu Tidak Benar

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah anggapan bahwa dirinya ingin segera mengakhiri perang melawan Iran demi kepentingan politik menjelang pemilu paruh waktu 2026.
Ia menegaskan bahwa tidak ada tenggat waktu tertentu bagi Washington untuk menghentikan konflik yang saat ini masih berlangsung bersama Israel.
Mengutip laporan Fox News, Sabtu (25 April 2026, pukul 07.30 WIB), Trump menyatakan bahwa narasi yang menyebut dirinya ingin mempercepat akhir perang karena tekanan pemilu adalah keliru.
Dalam wawancaranya pada Jumat (24 April 2026), Trump secara tegas mengatakan, “Orang-orang mengatakan saya ingin segera mengakhirinya karena pemilihan paruh waktu, itu tidak benar.”
Baca Juga: Kabinet Pemerintahan Trump Pecah di Tengah Perang Lawan Iran
Sebelumnya, Trump sempat memperkirakan konflik akan berlangsung selama empat hingga enam pekan sejak dimulai pada 28 Februari 2026.
Namun, dinamika di lapangan membuat pemerintah Amerika Serikat memperpanjang masa gencatan senjata selama dua pekan untuk memberi ruang bagi proses diplomasi. Kebijakan ini diambil guna membuka peluang negosiasi lanjutan dengan Iran yang hingga kini masih berjalan alot.
Upaya perundingan damai yang berlangsung di Pakistan, tepatnya di Islamabad, diketahui berakhir tanpa kesepakatan setelah lebih dari 21 jam pembahasan intensif pada 11–12 April 2026. Kedua pihak gagal menemukan titik temu terkait syarat-syarat penghentian konflik, meskipun telah dilakukan berbagai pendekatan diplomatik.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menilai kebuntuan tersebut justru menjadi kerugian bagi Iran. Ia menegaskan bahwa Washington telah menyampaikan batasan dan tuntutan secara jelas dalam perundingan, namun tidak mendapat respons yang sesuai dari pihak Teheran. Menurutnya, Amerika Serikat telah menunjukkan sikap fleksibel dan terbuka, tetapi tetap tidak berhasil mencapai kesepakatan.
Pemerintah AS kini memilih tetap melanjutkan strategi tekanan, termasuk memperpanjang gencatan senjata sembari mempertahankan blokade terhadap jalur logistik Iran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menekan posisi tawar Teheran tanpa harus langsung kembali pada eskalasi militer terbuka.
Baca Juga: Biaya Operasi AS Lawan Iran Tembus Rp1.000 Triliun!
Di tengah situasi tersebut, pernyataan Trump menunjukkan bahwa kebijakan perang tidak sepenuhnya ditentukan oleh agenda politik domestik, melainkan oleh kalkulasi strategis yang lebih luas.
Namun demikian, sikap ini juga mencerminkan kompleksitas posisi Amerika Serikat yang dihadapkan pada tekanan militer, diplomatik, dan politik secara bersamaan dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









